Ibu ..

17 04 2010

Seorang anak menemui ibunya yang sedang sibuk menyediakan makan malam di dapur lalu menghulurkan selembar kertas yang bertuliskan sesuatu. Si ibu  segera melap tangannya dan menyambut kertas yang dihulurkan oleh si anak lalu membacanya. Upah membantu ibu:
1) Membantu pergi belanja : Rp 4.000,-
2) Membantu jaga adik : Rp 4.000,-
3) Membantu buang sampah : Rp 1.000,-
4) Membantu membereskan tempat tidur : Rp 2.000,-
5) Membantu siram bunga : Rp 3.000,-
6) Membantu sapu sampah : Rp 3.000,-
Jumlah : Rp 17.000,-
Selesai membaca, si ibu tersenyum memandang si anak , kemudian si ibu mengambil pensil dan menulis sesuatu di belakang kertas yang sama.
1) Biaya mengandung selama 9 bulan – GRATIS
2) Biaya tidak tidur karena menjagamu – GRATIS
3) Biaya air mata yang menitik karenamu – GRATIS
4) Biaya gelisah karena mengkhawatirkanmu – GRATIS
5) Biaya menyediakan makan, minum, pakaian, dan keperluanmu -GRATIS
Jumlah Keseluruhan Nilai Kasihku – GRATIS
Air mata si anak berlinang setelah membaca apa yang dituliskan oleh
si ibu.

Si anak menatap wajah ibu,memeluknya dan berkata, “Saya Sayang Ibu”. Kemudian si anak mengambil pensil dan menulis “Telah Dibayar Lunas” ditulisnya pada muka surat yang sama.

——-

Aku lahir dari perut ibu..

(bukan kata org…memang betulKAN…. ..)

Bila dahaga, yang susukan aku…..ibu
Bila lapar, yang menyuapi aku….ibu
Bila sendirian, yang selalu di sampingku.. ..ibu
Kata ibu, perkataan pertama yang aku sebut….Ibu
Bila bangun tidur, aku cari….ibu
Bila nangis, orang pertama yang datang ….ibu
Bila ingin bermanja, aku dekati….ibu
Bila ingin bersandar, aku duduk sebelah….ibu
Bila sedih, yang dapat menghiburku hanya….ibu
Bila nakal, yang memarahi aku….ibu
Bila merajuk, yang membujukku cuma….ibu
Bila melakukan kesalahan, yang paling cepat marah….ibu
Bila takut, yang menenangkan aku….ibu
Bila ingin peluk, yang aku suka peluk….ibu
Aku selalu teringatkan ….ibu
Bila sedih, aku mesti telepon….ibu
Bila senang, orang pertama aku ingin beritahu…. .ibu
Bila marah.. aku suka meluahkannya pada..ibu
Bila takut, aku selalu panggil… “ibuuuuu! “
Bila sakit, orang paling risau adalah….ibu
Bila aku ingin bepergian, orang paling sibuk juga….ibu
Bila buat masalah, yang lebih dulu memarahi aku….ibu
Bila aku ada masalah, yang paling risau…. ibu
Yang masih peluk dan cium aku sampai hari ni.. ibu
Yang selalu masak makanan kegemaranku. …ibu
Kalau pulang ke kampung, yang selalu member bekal…..ibu
Yang selalu menyimpan dan merapihkan barang-barang aku….ibu
Yang selalu berkirim surat dengan aku…ibu
Yang selalu memuji aku….ibu
Yang selalu menasihati aku….ibu
Bila ingin menikah..Orang pertama aku datangi dan minta
persetujuan. ….ibu

Aku ada pasangan hidup sendiri….
Bila senang, aku cari….pasanganku
Bila sedih, aku cari….ibu
Bila mendapat keberhasilan, aku ceritakan pada….pasanganku
Bila gagal, aku ceritakan pada….ibu
Bila bahagia, aku peluk erat…..pasanganku
Bila berduka, aku peluk erat…..ibuku
Bila ingin berlibur, aku bawa….pasanganku
Bila sibuk, aku antar anak ke rumah….ibu
Bila sambut valentine.. Aku beri hadiah pada pasanganku
Bila sambut hari ibu…aku cuma dapat ucapkan “Selamat Hari Ibu”
Selalu.. aku ingat pasanganku
Selalu.. ibu ingat aku
Setiap saat… aku akan telepon pasanganku
Entah kapan… aku ingin telepon ibu
Selalu…aku belikan hadiah untuk pasanganku
Entah kapan… aku ingin belikan hadiah untuk ibu

Renungkan:
“Kalau kau sudah selesai belajar dan berkerja…. masih ingatkah kau pada ibu?
tidak banyak yang ibu inginkan… hanya dengan menyapa ibupun cukuplah”.

Berderai air mata jika kita mendengarnya. …….
Tapi kalau ibu sudah tiada……. …
IBUUUU…RINDU IBU…. RINDU SEKALI….
Berapa banyak yang sanggup menyuapi ibunya….
Berapa banyak yang sanggup mencuci muntah ibunya…..
Berapa banyak yang sanggup menggantikan alas tidur ibunya…..
Berapa banyak yang sanggup membersihkan najis ibunya…… .
Berapa banyak yang sanggup berhenti kerja untuk menjaga ibunya…..
dan akhir sekali berapa banyak yang men-SHOLAT-kan JENAZAH ibunya……





COMMAND

1 10 2009

Bagi yg demen oprek2 windows saya punya beberapa command bagus nech (bisa di-exploit), Langsung saja bisa kamu praktekkan di PC atau Laptop kamu yang memakai sistem operasi Windows XP.

Pertama klik tombol Start kemudian pilih menu Run (atau kombinasi tombol win + R) dan ketikkan beberapa kode aplikasi yang tersembunyi berikut ini :

1. charmap = Character Map ( Sangat berguna untuk mencari karakter yang tidak biasa )

2. cleanmgr = Disk Cleanup ( Untuk menghapus file yang tidak berguna dalam hardisk )

3. clipbrd = Clipboard Viewer (Untuk melihat isi windows clipboard )

4. drwtsn32 = Dr Watson ( Untuk menyelesaikan permasalahan instalasi periferal )

5. dxdiag = DirectX Diagnosis ( Untuk diagnosis DirectX, video, dan suara )

6. eudcedit = Private character editor ( Untuk kreasi atau modifikasi karakter )

7. iexpress = IExpress Wizard ( Untuk mengekstrak atau membuat paket instalasi )

8. mobsync = Microsoft Synchronization Manager ( Untuk memungkinkan sinkronisasi file pada jaringan ketika bekerja secara offline )

9. mplay32 = Windows Media Player 5.1 ( Retro versi Media Player klasik )

10. odbcad32 = ODBC Data Source Administrator ( Untuk konektivitas yang berhubungan dengan database )

11. packager = Object Packager ( Untuk melakukan kemasan objek sisipan di file )

12. perfmon = System Monitor ( Sangat bermanfaat, alat ini sangat dapat dikonfigurasi, memberitahu anda semua yang anda pernah ingin tahu tentang semua aspek kinerja PC )

13. progman = Program Manager ( Legacy Windows 3.x desktop shell )

14. rasphone = Remote Access Phonebook ( Untuk dokumentasi akses koneksi telepon/ponsel )

15. regedt32 atau regedit = Registry Editor ( Untuk hacking registry Windows )

16. shrpubw = Network shared folder wizard ( Untuk membuat folder sharing pada jaringan/LAN )

17. sigverif = File Signature Verification Tool ( Untuk verifikasi signature driver Windows )

18. sndvol32 = Volume Control ( Untuk konfigurasi volume suara )

19. sysedit = System Configuration Editor ( Untuk modifikasi System.ini & Win.ini seperti pada WIndows 98/ME )

20. syskey = Syskey ( Untuk security database user pada WIndows XP )

21. telnet = Microsoft Telnet Client ( Untuk telnet klien pada jaringan/LAN )

22. verifier = Driver Verifier Manager ( Untuk memonitor verifikasi driver pada WIndows XP )

23. winchat = Windows For Workgroups Chat ( Untuk chatting pada program NT klasik dalam jaringan/LAN )

24. msconfig = System configuration ( Untuk kontrol startup program )

25. gpedit.msc = Group Policies ( Untuk manajemen dan hak akses group pada sistem )

windows_xp_img ADDUSERS : Add or list users to/from a CSV file

A
ARP : Address Resolution Protocol
~ ASSOC : Change file extension associations
ASSOCIAT : One step file association
AT : Schedule a command to run at a later time
ATTRIB : Change file attributes

B
BOOTCFG : Edit Windows boot settings
BROWSTAT : Get domain, browser and PDC info

C
CACLS : Change file permissions
~ CALL : Call one batch program from another
~ CD : Change Directory – move to a specific Folder
CHANGE : Change Terminal Server Session properties
CHKDSK : Check Disk – check and repair disk problems
CHKNTFS : Check the NTFS file system
CHOICE : Accept keyboard input to a batch file
CIPHER : Encrypt or Decrypt files/folders
CleanMgr : Automated cleanup of Temp files, recycle bin
CLEARMEM : Clear memory leaks
CLIP : Copy STDIN to the Windows clipboard.
~ CLS : Clear the screen
CLUSTER : Windows Clustering
CMD : Start a new CMD shell
~ COLOR : Change colors of the CMD window
COMP : Compare the contents of two files or sets of files
COMPACT : Compress files or folders on an NTFS partition
COMPRESS : Compress individual files on an NTFS partition
CON2PRT : Connect or disconnect a Printer
CONVERT : Convert a FAT drive to NTFS.
~ COPY : Copy one or more files to another location
CSCcmd : Client-side caching (Offline Files)
CSVDE : Import or Export Active Directory data

D
~ DATE : Display or set the date
Dcomcnfg : DCOM Configuration Utility
DEFRAG : Defragment hard drive
~ DEL : Delete one or more files
DELPROF : Delete NT user profiles
DELTREE : Delete a folder and all subfolders
DevCon : Device Manager Command Line Utility
~ DIR : Display a list of files and folders
DIRUSE : Display disk usage
DISKCOMP : Compare the contents of two floppy disks
DISKCOPY : Copy the contents of one floppy disk to another
DISKPART : Disk Administration
DNSSTAT : DNS Statistics
DOSKEY : Edit command line, recall commands, and create macros
DSADD : Add user (computer, group..) to active directory
DSQUERY : List items in active directory
DSMOD : Modify user (computer, group..) in active directory

E
~ ECHO : Display message on screen
~ ENDLOCAL : End localisation of environment changes in a batch file
~ ERASE : Delete one or more files
~ EXIT : Quit the current script/routine and set an errorlevel.
EXPAND : Uncompress files
EXTRACT : Uncompress CAB files

F
FC : Compare two files
FIND : Search for a text string in a file
FINDSTR : Search for strings in files
~ FOR /F Loop command : against a set of files
~ FOR /F Loop command : against the results of another command
~ FOR Loop command : all options Files, Directory, List
FORFILES : Batch process multiple files
FORMAT : Format a disk
FREEDISK : Check free disk space (in bytes)
FSUTIL : File and Volume utilities
FTP : File Transfer Protocol
~ FTYPE : Display or modify file types used in file extension associations

G
GLOBAL : Display membership of global groups
~ GOTO : Direct a batch program to jump to a labelled line

H
HELP : Online Help

I
~ IF : Conditionally perform a command
IFMEMBER : Is the current user in an NT Workgroup
IPCONFIG : Configure IP

K
KILL : Remove a program from memory

L
LABEL : Edit a disk label
LOCAL : Display membership of local groups
LOGEVENT : Write text to the NT event viewer.
LOGOFF : Log a user off
LOGTIME : Log the date and time in a file

M
MAPISEND : Send email from the command line
MBSAcli : Baseline Security Analyzer.
MEM : Display memory usage
~ MD : Create new folders
MKLINK : Create a symbolic link (linkd)
MODE : Configure a system device
MORE : Display output, one screen at a time
MOUNTVOL : Manage a volume mount point
~ MOVE : Move files from one folder to another
MOVEUSER : Move a user from one domain to another
MSG : Send a message
MSIEXEC : Microsoft Windows Installer
MSINFO : Windows NT diagnostics
MSTSC : Terminal Server Connection (Remote Desktop Protocol)
MUNGE : Find and Replace text within file(s)
MV : Copy in-use files

N
NET : Manage network resources
NETDOM : Domain Manager
NETSH : Configure network protocols
NETSVC : Command-line Service Controller
NBTSTAT : Display networking statistics (NetBIOS over TCP/IP)
NETSTAT : Display networking statistics (TCP/IP)
NOW : Display the current Date and Time
NSLOOKUP: Name server lookup
NTBACKUP : Backup folders to tape
NTRIGHTS : Edit user account rights

P
~ PATH : Display or set a search path for executable files
PATHPING : Trace route plus network latency and packet loss
~ PAUSE : Suspend processing of a batch file and display a message
PERMS : Show permissions for a user
PERFMON : Performance Monitor
PING : Test a network connection
~ POPD : Restore the previous value of the current directory saved by PUSHD
PORTQRY : Display the status of ports and services
PRINT : Print a text file
PRNCNFG : Display, configure or rename a printer
PRNMNGR : Add, delete, list printers set the default printer
~ PROMPT : Change the command prompt
PsExec : Execute process remotely
PsFile : Show files opened remotely
PsGetSid : Display the SID of a computer or a user
PsInfo : List information about a system
PsKill : Kill processes by name or process ID
PsList : List detailed information about processes
PsLoggedOn : Who’s logged on (locally or via resource sharing)
PsLogList : Event log records
PsPasswd : Change account password
PsService : View and control services
PsShutdown : Shutdown or reboot a computer
PsSuspend : Suspend processes
~ PUSHD : Save and then change the current directory

Q
QGREP : Search file(s) for lines that match a given pattern.

R
RASDIAL : Manage RAS connections
RASPHONE : Manage RAS connections
RECOVER : Recover a damaged file from a defective disk.
REG : Registry: Read, Set, Export, Delete keys and values
REGEDIT : Import or export registry settings
REGSVR32 : Register or unregister a DLL
REGINI : Change Registry Permissions
~ REM : Record comments (remarks) in a batch file
~ REN : Rename a file or files.
REPLACE : Replace or update one file with another
~ RD : Delete folder(s)
RMTSHARE : Share a folder or a printer
ROBOCOPY : Robust File and Folder Copy
ROUTE : Manipulate network routing tables
RUNAS : Execute a program under a different user account
RUNDLL32 : Run a DLL command (add/remove print connections)

S
SC : Service Control
SCHTASKS : Create or Edit Scheduled Tasks
SCLIST : Display NT Services
~ SET : Display, set, or remove environment variables
~ SETLOCAL : Control the visibility of environment variables
SETX : Set environment variables permanently
SHARE : List or edit a file share or print share
~ SHIFT : Shift the position of replaceable parameters in a batch file
SHORTCUT : Create a windows shortcut (.LNK file)
SHOWGRPS : List the NT Workgroups a user has joined
SHOWMBRS : List the Users who are members of a Workgroup
SHUTDOWN : Shutdown the computer
SLEEP : Wait for x seconds
SOON : Schedule a command to run in the near future
SORT : Sort input
~ START : Start a program or command in a separate window.
SU : Switch User
SUBINACL : Edit file and folder Permissions, Ownership and Domain
SUBST : Associate a path with a drive letter
SYSTEMINFO : List system configuration

T
TASKLIST : List running applications and services
TASKKILL : Remove a running process from memory
~ TIME : Display or set the system time
TIMEOUT : Delay processing of a batch file
~ TITLE : Set the window title for a CMD.EXE session
TLIST : Task list with full path
TOUCH : Change file timestamps
TRACERT : Trace route to a remote host
TREE : Graphical display of folder structure
~ TYPE : Display the contents of a text file

U
USRSTAT : List domain usernames and last login

V
~ VER : Display version information
~ VERIFY : Verify that files have been saved
~ VOL : Display a disk label

W
WHERE : Locate and display files in a directory tree
WHOAMI : Output the current UserName and domain
WINDIFF : Compare the contents of two files or sets of files
WINMSD : Windows system diagnostics
WINMSDP : Windows system diagnostics II
WMIC : WMI Commands

X
XCACLS : Change file permissions
XCOPY : Copy files and folders
~ :: Comment / Remark

Wuf…. beres juga. Jika masih blom paham tentang perintah-perintah diatas dapat ditambahkan /? di akhir command tersebut untukk mengetahui informasi mengenai command tersebut.

Internet adalah gudang ilmu. Segala sesuatu yang kita inginkan bisa (saja) ada di website atau blog seseorang. Bahkan sekarang sudah tersedia Google book. Tetapi sering kita membutuhkan bahan tersebut untuk tersimpan yg nantinya bisa kita baca sendiri waktu offline (terutama waktu ngenet di warnet). Tidak sedikit website-website tidak menyediakan download atau pun bisa di-save, seperti google book, kompas online read, dll. Ada beberapa tip & trik yg bisa digunakan & caranya pun cukup simple (hanya menggunakan firefox), yaitu:
1. Jalankan Firefox, lalu browse website yg hendak Anda lihat. Misal google book.
2. Buka explorer
3. Klik Tools -> Folder Option
4. Klik Tab View dan pilih “Show hidden files and folders”
5. Un-check list “Hide protected operating system files (Recomended)”
6. Browse ke alamat berikut :
C:\Documents and Settings\[nama user]\Local Settings\Application Data\Mozilla\Firefox\Profiles\vpto4fid.default\Cache
6. Setiap file yg ada (kombinasi angka dan huruf) coba buka dengan klik kanan file tersebut, lalu pilih “Open”
7. Pilih saja “Windows Picture and Fax Viewer”
8. Bisa kelihatan dah isi dari website tersbut.
9. Jika ingin di simpan sebaiknya gunakan program manipulasi gambar, seperti “Adobe Photoshop” atau sejenisnya. Sedikit saran, jangan gunakan “Windows Picture and Fax Viewer”, karena hasilnya kurang memuaskan.

Jika Anda tidak dapat menjalankan tehnik-tehnik diatas, dapat juga menggunakan firefox dan addons (Cache Viewer & Check 4 Change) atau juga bisa download smuanya dalam 1 file (klik here). Download atau langsung instal kedua addons tersebut kedalam komputer Anda.

Cache Viewer untuk melihat isi dari website tersebut didalam firefox dan dapat disimpan. Check 4 change adalah untuk me-refresh cache viewer setiap berapa menit sekali. Ya intinya adalah memudahkan kita untuk mengecek apakah sudah ada file2 terbaru di dalam folder cache tersebut.

Jika firefox tidak dapat di-insatal macem2 (sering beberapa warnet yang menutup pengguna /user untuk mengistal program) gunakan saja firefox portable. Download saja versi yang sudah stabil (jangan yang beta, karena tidak sedikit komputer-komputer warnet masih menggunakan PC jadul yang tidak kuat jika dijalankan firefox portable ini, dan ada beberapa addons yang masih belum bisa berjalan pada firefox versi beta). Setelah itu jalankan saja file hasil download-an Anda. Instal firefox portable ini pada flashdisk atau pun Mp3 Player Anda.

Jika kapasita Flashdisk atau pun Mp3 player Anda cukup besar bisa skalian menginstal program Portable Application pada falshdisk atau pun Mp3 Anda. Karena banyak software-software yang tidak tersedia di warnet & Anda tidak bisa meng-instal-nya.





close 2 ‘u

12 09 2009

Close2U – The Carpenters

Why do birds suddenly appear
Every time you are near?
Just like me, they long to be
Close to you.

Why do stars fall down from the sky
Every time you walk by?
Just like me, they long to be
Close to you.

On the day that you were born
The angels got together
And decided to create a dream come true
So they sprinkled moon dust in your hair of gold
And starlight in your eyes of blue.

That is why all the girls in town
Follow you all around.
Just like me, they long to be
Close to you.

On the day that you were born
The angels got together
And decided to create a dream come true
So they sprinkled moon dust in your hair of gold
And starlight in your eyes of blue.

That is why all the girls in town
Follow you all around.
Just like me, they long to be
Close to you.
Just like me (Just like me)
They long to be
Close to you.

Wahhhhhhhhhhh, close to you.
Wahhhhhhhhhhh, close to you.
Hahhhhhhhhhhh, close to you.
Lahhhhhhhhhhh, close to you.

Liner notes
from The Singles 1969-1973 written by Digby Diehl

In the months between the release of Ticket and the release of Close To You, the Carpenters were asked by Burt Bacharach to perform with him at a benefit performance for the Reiss-Davis Clinic. For the occasion, Burt asked Richard to arrange a medley of Bacharach songs. It was while Richard was selecting material for the medley that Herb Alpert suggested they include Close to You (at that time a little-known song). Upon hearing it Karen and Richard decided that although not right for the medley, the song would make a strong single. As fate would have it, they were playing the Westbury Music Fair in Long Island with Burt Bacharach on Memorial Day in 1970, two days after the single was released. In six weeks Close To You was No. 1 in the nation and in two months it became the Carpenters’ first gold single. This single sold 1.8 million copies domestically making it their biggest seller.

http://www.4shared.com/file/132169995/4de3bf5f/Close_To_You.html





Cara Flash HP

13 04 2009

Cara Flash HP

Banyak masyarakat bingung untuk mengeflash hp mereka karena hp yang bermasalah. kebanyakan masalah yang terjadi adalah terkena virus dan terlalu banyak applikasi yang digunakan. Saya akan mencoba membantu anda untuk flash HP dengan cara memasukan kode saja tanpa perlu menggunakan alat apapun Hal-hal yang perlu anda lakukan sebelum flash HP yaitu backup semua data penting yang ada di HP.

Untuk jenis Nokia:
code 1: *#7370#
code 2: *#7780#
NB: Silahkan anda mencoba salah satu code berikut sesuai dengan tipe HP Nokia anda lalu untuk password 12345

Untuk jenis Siemens:
– Masukan ke menu utama HP.
– Pilihlah setup – phone setup – Fact setting
– Maka akan muncul “Reset all default setting” (Tekan Yes)

Untuk jenis Communicator:
Tekan Ctrl+shif+F secara bersamaan pada saat booting/start pertama HP maka akan muncul format dan ikuti langkah-langkahnya.

Untuk jenis Motorola:
– Masuklah ke menu utama
– Pilihlah setting – initial setup – master reset
– Kemudian masukan kode standarnya 000000 (OK)
Pertumbuhan servis handphone baik resmi maupun tidak resmi berjalan seiring makin banyaknya handphone yang digunakan konsumen. Dua-duanya memiliki pasar tersendiri. Buat konsumen yang maunya aman, pilihannya mungkin ke servis resmi. Tapi, buat yang maunya cepat selesai dan murah, servis tidak resmi pilihannya. Nah, kini mulai berkembang servis yang dilakukan sendiri. Tidak perlu lagi datang ke tempat servis. Makin tersebarnya software flasher berbagai jenis handphone di dunia maya memudahkan orang untuk mencoba memperbaiki handphone-nya sendiri.
Para pengembang hardware maupun software juga tidak kenal lelah melakukan inovasi, termasuk melakukan cara yang beresiko. Biasanya flash cuma bisa dilakukan dengan menggunakan box flashing. Kini beberapa merek dan tipe handphone bisa di-flash tanpa harus membeli box atau dongle. Cukup menggunakan kabel data standart yang biasanya disertakan pada penjualan handphone atau kabel data aksesoris dengan harga relatif murah.

Artinya, kalau orang awam bisa menyerap pengetahuan dan keterampilan tersebut, berarti setiap orang bisa melakukan servis sendiri kalau terjadi kerusakan pada software yang masih tergolong ringan. Handphone yang bisa di-Flashing sendiri diantaranya deretan handphone Nokia BB5, yaitu 3250, 5500, 6125, 6126, 6131, 6136, 6233, 6234, 6270, 6280, 6282, 6630, 6680, 6681, 6682, 7370, E50, E60, E61, E62, E70, N70, N71, N72, N73, N80, N90, dan N91. Juga, beberapa handphone CDMA.
Perangkat yang dibutuhkan adalah komputer dengan processor Pentium III atau di atasnya serta sistem operasi Windows XP SP2. Sudah barang tentu dibutuhkan software flashing. Nah, karena sebenarnya software ini digunakan teknisi resmi Nokia, maka flasher berusaha melakukan inovasi dengan membuat crack-nya. Paket software yang bisa melakukan flashing tanpa box bisa kamu download dari internet. Adapun paket software yang dibutuhkan adalah sebagai berikut :
1. Nokia Diego 3.70 Sp2.msi
2. Nokia_Connectivity_Cable_Driver_6_80_5_1_eng_uk.msi
3. Phoenix_Service_SW_2006_20_9_148.exe
4. Dongle Phoenix 2006 Crack.exe
Selanjutnya adalah melakukan instalasi software-software di atas. Perhatikan betul langkah-langkah yang telah diberikan. Soalnya, masalah sering timbul bukan pada proses flashing, melainkan pada proses instalasi software yang sering gagal.
Adapun urutan instalasi-nya sebagai berikut :
– Install Nokia Diego 3.07 Sp2.msi. Sama seperti peng-install aplikasi lainnya, cukup dengan menekan Next sampai proses selesai.
– Install Phoenix_Service_SW_2006_20_9_148.exe.

- Siapkan instalasi crack-nya. Tapi jangan memulai proses instalasi sebelum muncul pesan “Installation cannot continue without dongle”. Kemudian, klik Retry pada proses instalasi.
– Pastikan penulisan file DLL yang dilakukan crack tertulis pada folder windows/system32.
– Booting ulang komputer.
– Install Nokia Cable Driver.
Flashing
Proses flashing mengandung risiko kerusakan temporer atau permanen. Makanya, harus memperhatikan hal-hal di bawah ini :
– Backup semua data yang berada di handphone ke kartu memori.
– Pastikan baterai dalam kondisi penuh.
– Keluarkan kartu memori dan SIM card.
Hal lain yang perlu diperhatikan dalam proses flashing ini yaitu jangan sekali-kali mencabut kabel saat proses flash berlangsung dan men-downgrade versi firmware pada handphone. Downgrade versi firmware bisa dilakukan APE Flashing dengan USF3 Box. Kalau handphone jadi matot karena kesalahan diatas, maka harus dilakukan FBUS Flashing yang memerlukan box lain. Ini tidak bisa dilakukan dengan solusi flashing seperti ini.
Proses dimulai dengan menjalankan Phoenix. Saat pertama kali menjalankan software, akan diminta memasukkan informasi pengguna. Hal yang dilakukan dengan menggunakan software Phoenix adalah untuk flashing Nokia generasi baru BB5 yang menggunakan kabel DKU2. Koneksinya menggunakan DKU5 yang mampu melakukan kalibrasi Nokia CDMA seperti Unlock, Tuning Signal, Setting Channel Frekuensi, Edit PRL (Preferred Roaming List handphone inject), Phone Information, dan lainnya.
Untuk menggunakan kabel DKU5, pada drive-nya harus di-install terlebih dahulu. Tapi, kabel DKU2 tidak perlu install driver, karena sejenisnya straight cable (penghubung). Setelah itu, perhatikan Device Manager pada COM berapa DKU5 terpasang. Kemudian, pilih File>Manage Connections>New>, lalu pilih Media DKU5, pilih Manual Setup dan tentukan COM di mana DKU2 tidak perlu menentukan COM penginstalan. Kesalahan penginstalan COM DKU5 akan menyebabkan handphone yang terpasang tidak bisa terdeteksi dengan baik.
Bila tahap pengaturan koneksi telah dilakukan dengan benar, langkah selanjutnya yaitu menghubungkan handphone ke komputer menggunakan kabel. Dicontohkan dengan melakukan flashing pada handphone BB5.
Handphone BB5 yang telah dihubungkan ke komputer dalam keadaan Offline Mode akan dideteksi sebagai perangkat baru yang ditemukan. Secara otomatis akan terinstal sendiri driver-driver yang diperlukan. Pilih File>Scan Products, maka di bawah ini akan muncul versi software handphone terkoneksi.
Kemudian klik Flashing>SW Update, maka akan muncul jendela baru Software Update. Handphone akan terdeteksi secara otomatis. Sebelum melakukan proses flashing, perlu memilih firmware yang akan dipakai. Biasanya firmware oleh para flasher di-share pada forum-forum flasher dalam negeri maupun luar negeri.
Ada dua cara, yaitu memilih Product Code-nya saja dan Image File (MCU) serta PPM File secara otomatis akan terpilih. Pilihan kedua, memilih secara manual Image File serta PPM File (Paket Bahasa). Dalam hal ini kita memilih Product Code 0522048 Indonesia Silver Blue dengan PPM File v36 yang pasti terdapat Bahasa Indonesia karena handphone ditujukan untuk Indonesia.
Setelah pemilihan firmware, perhatikan Flash Type. Terdapat pilihan :

- Restore User Data:
Setelah flashing, data yang ada di handphone akan dikembalikan seperti sedia kala.
– Product as Manufactured:
Data-data pada handphone akan dihapus, sehingga kondisi memori handphone akan seperti baru.
Pilihan pertama digunakan kalau handphone tidak ada masalah apa-apa, ingin upgrade saja. Pilihan kedua digunakan untuk perbaikan masalah pada handphone. Kalau kartu memori masih ada didalam slot, data-data tidak ikut terhapus.
Langkah berikutnya klik tombol Start, maka proses flashing akan berjalan dengan sendirinya. Tunggu sampai proses selesai. Handphone akan normal kembali dengan firmware yang telah ter-upgrade.
Proses flashing ini bertujuan untuk meng-upgrade firmware handphone serta menambah bahasa pada menu yang digunakan kalau sebelumnya tidak ada bahasa yang dikehendaki.
Tips: Kode rahasia ponsel Nokia

Berikut beberapa kode yang (mungkin) berguna untuk memaksimalkan ponsel Nokia Anda. Perlu diingat, beberapa kode hanya dapat bekerja pada sebagian tipe ponsel saja.

KODE AKSES NOKIA (selalu diakhiri dengan menekan tombol call)

Daftar Kode Rahasia nokia

*3370#
Untuk mengaktifkan Full Rate Codec (EFR) – HP Nokia kamu akan memiliki kualitas suara yang maksimal tapi, waktu bicara akan berkurang sekitar 5%.
#3370#
Untuk mematikan Full Rate Codec (EFR)
*#4720#
Mengaktifkan Half Rate Codec – Ponsel nokia kamu akan memiliki kualitas suara terendah, tetapi akan meningkatkan waktu bicara (Talk time) sekitar 30%
*#4720#
Mematikan fungsi Half Rate Codec
*#0000#
Menampilkan informasi firmware ponsel
*#9999#
Menampilkan informasi firmware ponsel jika *#0000# ngga jalan
*#06#
Untuk mengetahui International Mobile Equipment Identity (IMEI Number) kita
#pw+1234567890+1#
Mengunci status provider. (gunakan tanda “*” untuk memisahkan antara “p,w” dan tanda “+” )
#pw+1234567890+2#
Mengunci status Network. (gunakan tanda “*” untuk memisahkan antara “p,w” dan tanda “+” )
#pw+1234567890+3#
Mengunci Status Country. (gunakan tanda “*” untuk memisahkan antara “p,w” dan tanda “+” )
#pw+1234567890+4#
Mengunci status SIM Card. (gunakan tanda “*” untuk memisahkan antara “p,w” dan tanda “+” )
*#147#
mengetahui siapa yang nelpon kamu terakhir kali (hanya untuk vodofone)
*#1471#
panggilan terakhir (hanya nntuk vodofone)
*#21#
Mengetahui kemana semua panggilan dialihkan
*#2640#
Menampilkan security code yang sedang digunakan
*#30#
untuk menampilkan private number (Biasanya IM3 neh)
*#43#
untuk memeriksa status “Call Waiting” di ponsel kamu.
*#61#
untuk memeriksa nomor panggilan yang “On No Reply”
*#62#
untuk memeriksa nomor panggilan yang “Divert If Unreachable (no service)” dan mengetahui kemana dialihkannya
*#67#
untuk memeriksa nomor panggilan yang “On Busy Calls” dan mengetahui kemana dialihkannya
*#67705646#
untuk menghilangkan logo operator pada 3310 & 3330
*#73#
Untuk menghapus timer ponsel dan score pada games ponsel
*#746025625#
Menampilkan SIM Lock Status, kalo ponsel kamu mendukung fungsi power saving “SIM Clock Stop Allowed”, itu berarti kamu bisa mendapatkan waktu terbaik untuk standby (Berapa lama kamu standby)
*#7760#
kode produk
*#7780#
mengembalikan settingan pabrik
*#8110#
melihat versi untuk nokia 8110
*#92702689#
menampilkan – 1.Serial Number, 2.Date Made, 3.Purchase Date, 4.Date of last repair (0000 untuk no repair), 5.Transfer User Data. Untuk keluar dari mode ini, kamu perlu me-restart HP kamu
*#94870345123456789#
mematikan fungsi PWM-Mem
**21*nomorhp#
menghidupkan “All Calls” dan mengalikan ke nomer yang tertulis
**61*nomorhp#
menghidupkan “No Reply” dan mengalikan ke nomer yang tertulis
**67*nomorhp#
menghidupkan “On Busy” dan mengalikan ke nomer yang tertulis, 12345 ini security code bawaan nokia (Standard)
*#06#
buat lihat imei kita sama ga ama yg di body hp
*#7370#
for reset symbian only

Symbian

*#06#Melihat IMEI
*#0000# Melihat Versi Software
*#9999# Melihat Versi Software
Hardreset Tekan tombol hijau, 3 dan * ditekan bersamaan
Tekan tombol power.Password standar 12345
*#92702689# Melihat info tanggal perbaikan

Java
*#7380# Reset/restore factory setting Nokia seri 40
*#3770# Reset/restore factory setting Nokia seri 60
*3370# Untuk restart ponsel Nokia 3310
*#7220# Mengaktifkan GPRS PCCCH
*#3925538# Menghapus wallet di ponsel Nokia 6610,6310i ( Data wallet terhapus semua )
*#67705646# Menghapus operator logo di ponsel Nokia 3310 & 3330.

IC Flash atau Flash Memory merupakan media untuk menyimpan data program MCU (Micro Controlled Unit) dan data program DSP (Digital Signal Processor) sebagai OS (Operating System) atau Software pada ponsel yang biasa disebut Firmware, sehingga Flash Memory menjadi berperan penting dalam baik tidaknya suatu system ponsel.

Language pack atau pilihan bahasa (pada Ponsel Nokia disebut PPM) tersimpan juga didalam Flash Memory. Data-data yang tersimpan bukan hanya data operating system saja, juga terdapat data content pack atau User Area Data yang biasa digunakan untuk menyimpan data atau program oleh pengguna ponsel, diantaranya: Phone Book, SMS, Game, Aplikasi, Wallpaper, Nada Dering, Foto, Movie, dll.

Flash Memory saat ini sudah terdapat data-data EEPROM yang telah diemulasikan didalam IC Flash. Data tersebut digunakan untuk penyimpanan data-data penting yang sudah di set oleh pabrik ponsel itu sendiri, data-data yang terdapat pada EEPROM diantaranya:
Parameter signal, IMEI (International Mobile Equipment Identifier), SIM Lock, Security Code, ESN (Electronic Serial Number), MIN (Mobile Identification Code), SID (Sistem Identification Code), dll. Data program ini pada Ponsel Nokia disebut dengan PM (Permanent Memory).

Secara umum dalam perbaikan Software Ponsel terdapat 4 kategori tindakan, yaitu:

1.Set To Factory Default / Master Reset

Cara perbaikan ini adalah dengan cara mengembalikan semua pengaturan Ponsel menjadi kepengaturan awal seperti Ponsel baru keluar dari pabrik. Metode perbaikan ini tidak melewati proses Flashing akan tetapi hanya melakukan Reset pada semua pengaturan Ponsel. Proses ini akan mengakibatkan data-data user akan hilang, sebaiknya lakukan backup data terlebih dahulu.
Metode perbaikan tersebut dapat menyelesaikan permasalahan:

* Ponsel meminta kode pengaman (Phone Lock)
* Data user pada IC Flash terlalu penuh
* Kesalahan pengaturan

Prosedur:
* Ponsel kondisi hidup, tidak ada masalah disaat booting
* Disaaat dihubungkan ke Flasher Box, status ponsel “Local Mode” (tertampil di LCD)

1.Format User Area

Pada dasarnya didalam IC Flash Ponsel bukan hanya tersimpan Sistem Operasi saja. Data-data pengguna Ponsel seperti: Data Galery (Photo, Ringtones, Image), phone book, SMS, Game, Aplikasi, dll. Semua data ini tersimpan didalam IC Flash juga, jika data-data tersebut corupt atau bermasalah maka akan mempengaruhi pada kenerja Ponsel, apa lagi bila telah terinfeksi Virus, sehingga kinerja Ponsel menjadi berat bahkan Hank. Dengan melakukan Format User Area, Ponsel dapat menjadi segar kembali akan tetapi resikonya semua data-data User tersebut akan hilang.

Metode perbaikan tersebut dapat menyelesaikan permasalahan:

* Blank / kegagalan booting
* Terinfeksi Virus
* Application Crashes
* Data user terlalu penuh
* Restart

Prosedur:
* Disaaat dihubungkan ke Flasher Box, status ponsel “Local Mode” (tertampil di LCD)

1.Flash

Kerusakan software ponsel diperlukan pemrograman ulang untuk memperbaikinya, apapun gejala kerusakannya mungkin saja bisa diakibatkan karena kerusakan operating sistem ponsel yang bermasalah. Cara perbaikan ini adalah dengan cara menghapus semua data Firmware yang tersimpan didalam IC Flash Ponsel, lalu dituliskan kembali menggunakan Firmware yang baru dan sesuai dengan ponsel tersebut. Proses hapus dan menulis ini dinamakan Flashing atau biasa disebut “Flash”.

Ponsel yang tidak mempunyai pilihan bahasa Indonesia dapat dirubah menjadi bahasa Indonesia, caranya tidak dengan menambahkan bahasanya akan tetapi dengan cara Flashing, yaitu menghapus semua Firmware yang tersimpan didalam Ponsel lalu menuliskan kembali dengan Firmware yang telah ada bahasa Indonesianya.

Metode perbaikan tersebut dapat menyelesaikan permasalahan:

* Upgrade
* Mati total
* Restart
* Blank / kegagalan booting
* Blink white screen
* Hank
* Kegagalan fungsi bluetooth
* Contact service

Prosedur:
* 1ST Boot OK
* Semua IC Flash terditeksi dengan baik

1.Full Flash ( + EEPROM Area)

Seringkali permasalahan Software seperti: Contact Service, Blank Nokia, Hank, White Screen, dll yang tidak dapat ditangani dengan cara Flashing biasa seperti Flashing Firmware (MCU & PPM), karena Kinerja Software Ponsel bukan hanya MCU dan PPM saja, ada beberapa sektor yang akan mendukung kinerja Ponsel diantaranya PM (Permanent Memory).

PM terprogram pada EEPROM Ponsel (Electrically Erasable Programable Read Only Memory), pada Ponsel Nokia saat ini EEPROM sudah di emulasikan didalam IC Flash. Didalam PM ini akan tersimpan data-data informasi Ponsel yang telah diprogram oleh vendor pembuat seperti: parameter signal, IMEI (International Mobile Equipment Identifier), Security Code, ESN (Elektronik Serial Number), MIN (Mobile Identification Code), SID (Sistem Identification Code), dll.

Ada cara-cara khusus dalam perbaikan area EEPROM Ponsel Nokia, sebelum melakukan Flashing MCU dan PPM perlu melakukan Custom Errase terlebih dahulu, Custom Errase digunakan untuk menghapus data IC Flash pada alamat-alamat tertentu atau menghapus keseluruhan data IC Flash. Melalui Custom Errase ini kita dapat menghapus Area EEPROM Ponsel (PM).
Setelah proses Erasing PM selesai Selanjutnya Flash MCU dan PPMnya. Selanjutnya kita tulis kembali EEPROMnya menggunakan File PM yang sesuai dengan type Ponselnya. Bila anda tidak mempunyai File PM Ponsel tersebut, anda dapat mem-backup dari Ponsel yang normal dengan cara “Read PM” dari Ponsel yang sama Typenya.

Sampai langkah ini Ponsel tidak akan Normal bahkan Ponsel akan menolak SIMCard, tidak akan mendapatkan signal karena status jaringan terkunci, atau Contact Service. Hal ini diakibatkan karena Ponsel dalam status terkunci, maka Ponsel yang telah dituliskan PM-nya perlu disesuaikan dengan Ponselnya dan melakukan Proses Unlock, maka anda perlu melakukan Unlock.

Prosedur:
* 1ST Boot OK
* Semua IC Flash terdeteksi dengan baik
* Sebelum melakukan Errase, diharuskan untuk membackup: RPL / Certificate dan PM secara Full.

Apapun gejala kerusakan yang diakibatkan karena Security yang bermasalah, diantaranya:

* IMEI, harus bagus tidak boleh rusak,
IMEI (International Mobile Equipment Identity) tersimpan pada NOR Flash. Bila rusak maka security bermasalah.

Bagaimana cara mengetahui rusak tidaknya IMEI? Yaitu dengan cara Info pada flasher box atau dengan menekan tombol *#06#. Ciri IMEI yang bagus, akan sesuai dengan IMEI di Back Casing, sedangkan yang rusak akan menampilkan nomor IMEI “12345610654321”.

IMEI : 357062-00-416456-1 (tergantung nomor imei hpnya) ->Imei Valid (Normal)

IMEI : 12345610654321? -> Imei rusak

* SIM Lock Data, harus normal. Baik tidaknya SIM Lock data dapat diketahui dengan cara melihat proses info. Pada proses Info akan membaca IMEI dan SIMLOCK data.

Biasanya bila SIMLock yang normal akan menampilkan provider (Finland, Vodafone,dll) itu menandakan bahwa SIMLOCK normal. Data SIM Lock tersimpan pada data PM di Sector 308. Yang jelek biasanya konfig keynya FFFFFF dan providernya “unknown
provider”.

1. Langkah apa yang harus dilakukan apabila mendapatkan permasalahan IMEI yang rusak (12345610654321?)

Jawaban:
A.Apabila sebelum kerusakan security terjadi, kita telah melakukan Backup RPL atau Certificate, yang perlu kita lakukan hanya menuliskan atau memasukan kembali file RPL atau Certificate tersebut.

B.Tetapi bila kita tidak mempunyai file RPL Backupnya, maka kita harus melakukan kalkulasi ASK to RPL.

2. Apabila IMEI ponsel tersebut tidak bermasalah akan tetapi pada SIM Lock atau SP Areanya corupt/rusak, langkah apa yang perlu dilakukan?

A.Apabila Anda mempunyai file PM hasil Backup, Anda tinggal menuliskannya kembali dengan cara write PM dengan menyertakan Field 308.

B.Apabila kita tidak mempunyai file PM hasil Backup, kita dapat melakukan Repair SL Zone menggunakan Software khusus seperti: BB5 King, BB5 Prince, BB5 Sultan, dll.

3. Bagaimana bila SIM Locknya kosong / :
SL Conf : 0000000000000000
SL Stat : 0000000000000000
SL Count: 00 00
Provider: not found

Jawaban:
A.Kita sudah tidak bisa lagi mengakali untuk permasalahan ini, mau tidak mau kita perlu melakukan ASK to RPL.

4. Bagaimana jika kita mempunyai file RPL atau Certificate hasil Backup dari Ponsel tersebut, akan tetapi tidak mempunyai file PM dari hasil Backup dari Ponselnya?

A.File RPL atau Certificate hasil dari Backup, hanya dapat memperbaiki IMEI saja. RPL tersebut tidak dapat mengembalikan SP area atau SIM Lock data.

5. Bagaimana jika kita memiliki file PM hasil Backup tetapi tidak mempunyai backup RPL/Certificate?

A.Dengan menuliskan atau mengembalikan PM, kita hanya bisa mengembalikan SIM Lock data, tidak dapat mengembalikan IMEI.

Seperti apa file RPL hasil Kalkulasi ASK to RPL?

A.File RPL ini yang kita ambil dari server, data ini mengandung IMEI dan SIM Lock data, file RPL ini terdiri dari NPC (Nokia Public Certificate) yang berisikan data security yang sangat lengkap, diantaranya: Public ID, IMEI, Product Code, Bluetooth ID, dll.

B.Dengan melakukan ASK to RPL melalui server Nokia, kerusakan security ponsel yang berat sekalipun dapat diselesaikan dengan baik, karena file RPL ini dapat menangani SIM Lock yang hilang (tidak ada) dan IMEI yang rusak.

Proses “kalkulasi” Ask to RPL ini sebenarnya adalah proses fetching (pengambilan data) dari server milik Nokia berdasarkan RAP Public ID yang kita kirimkan pada file ask ketika proses read ask pada flasher box. Data-data yang diambil dari server Nokia ini dikumpulkan dalam 1 file dengan ekstensi rpl. Jadi banyak data-data dalam file rpl yang diambil dari server Nokia ini, akan tetapi yang perlu kita ketahui antara lain file rpl hasil fetching itu berisi data Imei dan Simlock Data sesuai dengan RAP Public ID yang kita kirimkan di file ask.

Contoh:
Kita kirim file ask yang berisi RAP Public:
83000049DA94F57E6294AD98C967F5258BC5786
Maka nantinya di server Nokia akan dicari IMEI dan Simlock data (dan juga data-data lainnya) untuk Public ID 083000049DA94F57E6294AD98C967F5258BC5786 dan mengirimkannya dalam file rpl

Jadi proses Ask to Rpl Nokia BB5 ini digunakan untuk mendapatkan file Rpl yang akan digunakan untuk memperbaiki Imei dan atau Simlock Data yang corrupt / rusak / kosong.

Apa yang dimaksud SX4 atau PMM Auth?

A.SX4 card adalah sebuah smartcard dari Nokia yang biasanya diberikan kepada teknisi resmi level-level tertentu Nokia. Smart Card ini digunakan dengan FPS10, PPS8 untuk Calculate RPL dan memberikan Pasword Authorisasi pada Ponsel, dengan cara membuka area PM dan menuliskan PM Field 1 dan 309.

Fungsi SX4 card ini sendiri salah satunya adalah untuk otorisasi SX4 / otorisasi PMM. Dikarenakan harga smartcard SX4 ini yang harganya sangat mahal dan mungkin barangnya juga susah didapat, maka banyak flasher box yang mengemulasikan smartcard SX4 ini di server mereka dan mengimplementasikan fitur SX4 Auth / PMM Auth pada software flasher box mereka sehingga ketika user menggunakan SX4 Auth / PMM Auth pada software flasher box tersebut, maka software tersebeut akan mengakses smartcard yang telah di emulasikan pada server mereka. Oleh karena itu, pada proses SX4 Auth / PMM Auth memerlukan koneksi internet. Flasher box yang mempunyai fitur SX4 Auth / PMM Auth antara lain: JAF, UB, MXKey, MT-Box, sangat disayangkan HWK tidak mempunyai fasilitar SX4.

2. Mengapa kita harus melakukan SX4?

A.SX4 berfungsi untuk merubah atau menuliskan kembali PM area tertentu. SX4 mengkalkulasi password untuk ponsel. Karena nokia memproteksi area PM tersebut pada field (1) dan (309). Jika kita membutuhkan untuk penulisan field tersebut kita harus melakukan SX4.

3.Apa saja syarat-syarat melakukan SX4?

4.Bagaimana jika Ponsel masih tetap Contact Service, Contact Retailer padahal area security sudah tidak bermasalah?

A.Kerusakan bisa saja diakibatkan karena Hardwarenya justru yang bermasalah, seringkali permasalahan Hardware diakibatkan karena ASICs Energy Manegement (RETU, TAHVO). kerusakan dari RAP juga dapat mengakibatkan Contact Service.

B.Data jaringan (Band Lock) yang bermasalah dapat memungkinkan ponsel tersebut Contact Service. Sebagai contoh kita memiliki ponsel 5200 yang Contact Service, kita Read Certificate dengan menggunakan software UFS atau Universal Box, check pada “CCC_ DATA_X” dan “HWC_DATA_X” data tersebut adalah data yang menyimpan Band Lock atau hold jaringan pada ponsel.
Untuk data RPL CCC_DATA_X dan HWC_DATA_X tersebut anda dapat mengambil dari ponsel lain yang satu type namun dalam keadaan normal, dan masukan pada ponsel contact service tersebut maka ponsel tersebut akan normal kembali, jika permasalahan contact service tersebut memang disebabkan dari bandlock.





Six Sigma

13 04 2009

Apa itu Six Sigma
Six Sigma adalah usaha yang terus menerus untuk mengurangi waste, menurunkan variance dan mencegah defect. Six sigma merupakan sebuah konsep bisnis yang berusaha untuk menjawab permintaan customer terhadap kualitas yang terbaik dan proses bisnis yang tanpa cacat. Kepuasan pelanggan dan peningkatannya menjadi prioritas tertinggi, dan Six sigma berusaha menghilangkan ketidakpastian pencapaian tujuan bisnis.
Untuk lebih mudahnya, Six sigma dapat dijelaskan dalam dua perspektif, yaitu perspektif statistik dan perspektif metodologi.
Perspektif Statistik
sigma dalam statistik dikenal sebagai standar deviasi yang menyatakan nilai simpangan terhadap nilai tengah. Suatu proses dikatakn baik apabila berjalan pada suatu rentang yang disepakati. rentang tersebut memiliki batas, batas atas atau USL (Upper Specification Limit) dan batas bawah atau LSL (Lower Specification Limit) proses yang terjadi diluar rentang disebut cacat (defect). Proses Six Sigma adalah proses yang hanya menghasilkan 3.4 DPMO (defect permillion opportunity).
Yield
(probabilitas tanpa cacat) DPMO
(defect permillion opportunity) Sigma
30.9 % 690.000 1
69.2 % 308.000 2
93.3 % 66.800 3
99.4 % 6.210 4
99.98 % 320 5
99.9997 3.4 6
Perspektif Metodologi
Six Sigma merupakan pendekatan menyeluruh untuk menyelesaikan masalah dan peningkatan proses melalui fase DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, Control). DMAIC merupakan jantung analisis six sigma yang menjamin voice of costumer berjalan dalam keseluruhan proses sehingga produk yang dihasilkan memuaskan pelanggan.
• Define adalah fase menentukan masalah, menetapkan persyaratan-persyaratan pelanggan, mengetahui CTQ (Critical to Quality).
• Measure adalah fase mengukur tingkat kecacatan pelanggan (Y).
• Analyze adalah fase menganalisis faktor-faktor penyebab masalah/cacat (X).
• Improve adalah fase meningkatkan proses (X) dan menghilangkan faktor-faktor penyebab cacat.
• Control adalah fase mengontrol kinerja proses (X) dan menjamin cacat tidak muncul.
Sejarah
Adalah Carl Frederick Gauss (1777-1885) yang pertama kali memperkenalkan konsep kurva normal dalam bidang statistik. Konsep ini kemudian dikembangkan oleh Walter Shewhart di tahun 1920 yang menjelaskan bahwa 3 sigma dari nilai rata-rata (mean) mengindikasikan perlunya perbaikan dalam sebuah proses.
Pada akhir tahun 1970, Dr. Mikel Harry, seorang insinyur senior pada Motorola’s Government Electronics Group (GEG) memulai percobaan untuk melakukan problem solving dengan menggunakan analisa statistik. Dengan menggunakan cara tsb, GEG mulai menunjukkan peningkatan yang dramatis: produk didisain dan diproduksi lebih cepat dgn biaya yg lebih murah. Metoda tsb kemudian ia tuliskan dalam sebuah makalah berjudul “The Strategic Vision for Accelerating Six Sigma Within Motorola”. Dr. Mikel Harry kemudian dibantu oleh Richard Schroeder, seorang mantan executive Motorola, menyusun suatu konsep change management yang didasarkan pada data. Hasil dari kerja sama tersebut adalah sebuah alat pengukuran kualitas yg sederhana yg kemudian menjadi filosofi kemajuan bisnis, yg dikenal dengan nama Six Sigma.
Perbedaan Six Sigma dan Total Quality Management (TQM)
Thomas Pyzdek, seorang konsultan implementasi Six Sigma dan penyusun buku “The Six Sigma Handbook”, pada bulan Februari 2001, menjelaskan adanya perbedaan penting antara Six Sigma dan TQM yaitu, TQM hanya memberikan petunjuk secara umum (sesuai dengan istilah manajemen yg digunakan dalam TQM). Petunjuk untuk TQM begitu umumnya sehingga hanya seorang pemimpin bisnis yg berbakat yg mampu menterjemahkan TQM dalam operasional sehari-hari. Secara singkat, TQM hanya memberikan petunjuk filosofis tentang menjaga dan meningkatkan kualitas, tetapi sukar untuk membuktikan keberhasilan pencapaian peningkatan kualitas.
Kemudian konsep Total Quality Control, di tahun 1950, menunjukkan bahwa kualitas produk bisa ditingkatkan dengan cara memperpanjang jangkauan standar kualitas ke arah hulu, yaitu di area engineering dan purchasing. Akan tetapi ada beberapa kelemahan yang muncul pada pelaksanaan Total Quality Control yaitu:
1. Terlalu fokus pada kualitas dan tidak memperhatikan isu bisnis yg kritikal lainnya
2. Implementasi Total Quality Control menciptakan pemahaman bahwa masalah kualitas adalah masalahnya departemen Quality Control, padahal masalah kualitas biasanya berasal dari ketidakmampuan departemen lain dalam perusahaan yg sama
3. Penekanan umumnya pada standar minimum kualitas produk, bukan pada bagaimana meningkatkan kinerja produk
Six Sigma dalam pelaksanaannya menunjukkan hal-hal menjadi solusi permasalahan di atas:
1. Menggunakan isu biaya, cycle time dan isu bisnis lainnya sebagai bagian yg harus diperbaiki
2. Six sigma tidak menggunakan ISO 9000 dan Malcolm Baldrige Criteria tetapi fokus pada penggunaan alat untuk mencapai hasil yg terukur
3. Six sigma memadukan semua tujuan organisasi dalam satu kesatuan. Kualitas hanyalah salah satu tujuan, dan tidak berdiri sendiri atau lepas dari tujuan bisnis lainnya
4. Six sigma menciptakan change agent yg bukan bekerja di Quality Department. Green Belt adalah para operator yg bekerja pada proyek Six Sigma sambil mengerjakan tugasnya
Faktor Penting dalam Implementasi Six Sigma
1. Dukungan dari Top level. Six sigma menawarkan pencapaian yg terukur yg tidak akan mampu ditolak oleh pemimpin perusahaan, yang dikerjakan oleh seorang super star yg sangat tahu apa yg harus dilakukan di bidangnya (Black Belt, Project Champion, Executive Champion).
2. Tim yang hebat. Para Executive Champion, Deployment Champions, Project Champions, Master Black Belts, Black Belts, dan Green Belts adalah orang-orang yg terlatih dengan baik untuk mengerjakan proyek Six Sigma.
3. Training yg berbeda dgn yg pernah ada. Anggota proyek Six Sigma adalah mereka yg pernah ditraining secara khusus dengan biaya antara $15,000-$25,000 per Black Belt, yg akan dibayar melalui saving yg didapat dari setiap proyek Six Sigma
4. Alat ukur yg baru, dengan menggunakan DPMO (Defects Per Million Opportunities) yang berhubungan erat dgn Critical to Quality (CTC) yg diukur berdasarkan persepsi customer, yg bisa dibandingkan antar departemen atau divisi dalam satu perusahaan
5. Tradisi perusahaan yg baru, yaitu mempromosikan usaha untuk melakukan peningkatan kualitas secara terus menerus.
DMAIC
DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, Control) merupakan tahapan/fase-fase dalam proses six sigma.
Define
Define adalah fase menentukan masalah, menetapkan persyaratan-persyaratan pelanggan, dan membangun tim. fase ini tidak banyak menggunakan statistik, tools statistik yang sering dipakai pada fase ini adalah diagram cause & effect dan diagram pareto. kedua tool statistik tersebut digunakan untuk mengidentifikasi masalah dan menentukan prioritas masalah.
Menentukan Masalah
Aspek-aspek yang perlu diperhatikan dalam menentukan masalah adalah
• Spesifik, menjelaskan secara tepat apa yang salah, bagian proses mana yang salah dan apa salahnya.
• Dapat diamati, menjelaskan bukti-bukti nyata suatu masalah. bukti-bukti tersebut dapat diperoleh baik melalui laporan internal maupun umpan balik pelanggan.
• Dapat diukur, menunjukkan lingkup masalah dalam suatu ukuran.
• Dapat dikendalikan, masalah harus dapat diselesaikan dalam rentang waktu tertentu. Apabila masalah terlalu besar maka dapat dipecah-pecah sehingga dapat lebih dikendalikan.
CTQ (Critical to Quality)
Setelah semua varibel yang dipandang penting oleh pelanggan didapatkan dan diberi nilai terukur (varibel terukur tersebut disebut CTQ). dengan kata lain CTQ adalah sebuah karakteristik dari sebuah produk atau jasa yang memenuhi kebutuhan pelanggan (pelanggan internal atau eksternal)
Measure
Measure adalah fase mengukur tingkat kinerja saat ini, sebelum mengukur tingkat kinerja biasanya terlebih dahulu melakukan analisis terhadap sistem pengukuran yang digunakan.
Analisis Sistem Pengukuran
Masalah yang muncul dalam pengukuran adalah variabilitas pengukuran yang dinyatakan dalam variance. varian total suatu pengukuran berasal dari varian yang ditimbulkan produk (part to part) dan varian akibat kesalahan pengukuran (gage).
Analisis Kapabilitas Proses
Kapabilitas suatu proses menggambarkan seberapa uniform proses tersebut. analisis kapablitas proses memperbandingkan kinerja suatu proses dengan spesifikasinya, suatu proses memiliki kapabilitas bila semua nilai variabel yang mungkin jatuh dalam batas spesifikasi.
Analyze
Fase analyze merupakan fasemencari dan menentukan akar sebab dari suatu masalah. masalah-masalah yang timbul terkadang sangat kompleks sehingga membuat kita bingung mana yang akan kita selesaikan.
Diagram Pareto
Diagram pareto digunakan untuk memprioritaskan masalah yang harus ditangani dengan aturan pengelompokan 80-20. 20% dari kecacatan akan menyebabkan 80% masalah.
Diagram Cause & Effect
Diagram Cause & Effect digunakan untuk mengorganisasi informasi hasil brainstorming sebab-sebab suatu masalah. diagram ini sering disebut juga dengan diagram fishbone karena bentuknya yang mirip dengan tulang ikan, atau diagram ishikawa untuk menghormati sang penemu.
Uji Hipotesis Rata-rata
Umumnya uji hipotesis rata-rata digunakan untuk menetapkan faktor kausatif (x) dengan cara menginformasikan sumber-sumber variasi. disamping itu juga untuk menunjukan perbedaan yang signifikan antara data baseline dengan data yang diambil setelah improvement dilakukan.
Improve
Improve adalah fase meningkatkan proses(x) dan menghilangkan sebab-sebab cacat. pada fase measure anda telah menetapkan variabelfaktor (x) untuk masing-masing variabel respons(y). pada fase improve banyak melibatkan uji Design of Experiment (DoE). DoE merupakan suatu uji dengan mengubah-ubah variabel faktor sehingga penyebab perubahan pada variabel respon diketahui.
Taguchi
Desain taguchi merupakan desain parameter robust, yaitu metode atau teknik mendesain produk atau proses yang fokus pada minimalisasi variasi dan sensitivitas noise.
Control
Control adalah fase mengendalikan kinerja proses (x) dan menjamin cacat tidak muncul kembali. tool yang umum digunakan adalah diagram kontrol. fungsi umum diagram kontrol adalah sebagai berikut :
• Membantu mengurangi variabilitas
• Memonitor kinerja setiap saat
• Memungkinkan proses koreksi untuk mencegah penolakan





Portfolio Management

13 04 2009

What is New Product Portfolio Management?
A vital question in the product innovation battleground is, “How should corporations most effectively invest their R&D and new product development resources?” That is what portfolio management is all about: resource allocation to achieve corporate product innovation objectives.
Today’s new product projects decide tomorrow’s product/market profile of the firm. An estimated 50% of a firm’s current sales come from new products introduced in the market within the previous five years. Much like stock market portfolio managers, senior executives who optimize their R&D investments have a much better opportunity of winning in the long run. But how do winning companies manage their R&D and product innovation portfolios to achieve higher returns from their investments?
There are many different approaches with no easy answers. However, it is a problem that every company addresses to produce and maintain leading edge products. Portfolio management for new products is a dynamic decision process wherein the list of active new products and R&D projects is constantly revised. In this process, new projects are evaluated, selected, and prioritized. Existing projects may be accelerated, killed, or de-prioritized and resources are allocated (or reallocated) to the active projects.
Portfolio Management – A Problem Area!
Recent years have witnessed a heightened interest in portfolio management, not only in the technical community, but in the CEO’s office as well. Despite its growing popularity, recent benchmarking studies have identified portfolio management as the weakest area in product innovation management. Executive teams confess that serious Go/Kill decision points rarely exist and, more specifically, criteria for making the Go/Kill decision are non-existent. As a result, companies are experiencing too many projects for the limited resources available!
Goals of Portfolio Management
While the portfolio methods vary greatly from company to company, the common denominator across firms are the goals executives are trying to achieve. According to ‘best-practice’ research by Dr. Cooper and Dr. Edgett, five main goals dominate the thinking of successful firms:
1. Value Maximization
Allocate resources to maximize the value of the portfolio via a number of key objectives such as profitability, ROI, and acceptable risk. A variety of methods are used to achieve this maximization goal, ranging from financial methods to scoring models.
2. Balance
Achieve a desired balance of projects via a number of parameters: risk versus return; short-term versus long-term; and across various markets, business arenas and technologies. Typical methods used to reveal balance include bubble diagrams, histograms and pie charts.
3. Business Strategy Alignment
Ensure that the portfolio of projects reflects the company’s product innovation strategy and that the breakdown of spending aligns with the company’s strategic priorities. The three main approaches are: top-down (strategic buckets); bottom-up (effective gatekeeping and decision criteria) and top-down and bottom-up (strategic check).
4. Pipeline Balance
Obtain the right number of projects to achieve the best balance between the pipeline resource demands and the resources available. The goal is to avoid pipeline gridlock (too many projects with too few resources) at any given time. A typical approach is to use a rank ordered priority list or a resource supply and demand assessment.
5. Sufficiency
Ensure the revenue (or profit) goals set out in the product innovation strategy are achievable given the projects currently underway. Typically this is conducted via a financial analysis of the pipeline’s potential future value.
What are the benefits of Portfolio Management?
When implemented properly and conducted on a regular basis, Portfolio Management is a high impact, high value activity:
• Maximizes the return on your product innovation investments
• Maintains your competitive position
• Achieves efficient and effective allocation of scarce resources
• Forges a link between project selection and business strategy
• Achieves focus
• Communicates priorities
• Achieves balance
• Enables objective project selection
Top performers emphasize the link between project selection and business strategy.
Why is it so important?
Companies without effective new product portfolio management and project selection face a slippery road downhill. Many of the problems that plague new product development initiatives in businesses can be directly traced to ineffective portfolio management. According to benchmarking studies conducted by Dr. Cooper and Dr. Edgett, some of the problems that arise when portfolio management is lacking are:
• Projects are not high value to the business
• Portfolio has a poor balance in project types
• Resource breakdown does not reflect the product innovation strategy
• A poor job is done in ranking and prioritizing projects
• There is a poor balance between the number of projects underway and the resources available
• Projects are not aligned with the business strategy
As a result too many companies have:
• Too many projects underway (often the wrong ones)
• Resources are spread too thin and across too many projects
• Projects are taking too long to get to market, and
• The pipeline has too many low value projects
Portfolio Management is about doing the right projects. If you pick the right projects, the result is an enviable portfolio of high value projects: a portfolio that is properly balanced and most importantly, supports your business strategy.

The development of new products that satisfy customer needs in a costeffective manner is key to survival for many organizations. The role that cost information plays in new product development (NPD), such as its effect on designers’ focus and crucial NPD performance measures, is unclear. This experimental study extends existing accounting NPD research by investigating the effect of two levels of cost information precision (specific versus relative) and new products (radical versus incremental) on designers’ focus and two common NPD performance measures: product cost and product features. The results indicate that compared to relative cost information, specific cost information increases designers’ focus on cost minimization for incremental but not radical products. However, providing designers with specific cost information results in more cost-effective designs for both types of products. In addition, contrary to expectations, more cost-effective designs do not come at the expense of reduced product features. The results show that the role played by cost information in NPD is more complex than has been suggested in prior literature.

The simple formula of People + Time + Resources = Budget is actually far more complicated in the real-life world of project management. With most projects on a tight budget, it won’t take too much pressure from the outside to cause serious financial trouble. Learn what these pressures are and how to handle them.





Bantuan Operasional Sekolah

31 03 2009

PERMENDIKNAS NOMOR 11 TAHUN 2005
PERATURAN
MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL
REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 11 TAHUN 2005
TENTANG
BUKU TEKS PELAJARAN
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL
Menimbang :
a. bahwa buku teks pelajaran berperan penting dan strategis dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan dasar dan menengah, sehingga perlu ada kebijakan pemerintah mengenai buku teks pelajaran bagi peserta didik;
b. bahwa berdasarkan pertimbangan pada huruf a, perlu menetapkan Peraturan Menteri tentang Buku Teks Pelajaran;
Mengingat :
1. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 78, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4301);
2. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 41, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4496);
3. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Kewenangan, Susunan Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia;
4. Keputusan Presiden Nomor 187/M Tahun 2004 mengenai Kabinet Indonesia Bersatu;

MEMUTUSKAN :
Menetapkan : PERATURAN MENTERI TENTANG BUKU TEKS PELAJARAN.
Pasal 1
Buku teks pelajaran adalah buku acuan wajib untuk digunakan di sekolah yang memuat materi pembelajaran dalam rangka peningkatan keimanan dan ketakwaan, budi pekerti dan kepribadian, kemampuan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, kepekaan dan kemampuan estetis, potensi fisik dan kesehatan yang disusun berdasarkan standar nasional pendidikan.
Pasal 2
(1) Buku teks pelajaran digunakan sebagai acuan wajib oleh guru dan peserta didik dalam proses pembelajaran.
(2) Selain buku teks pelajaran sebagaimana dimaksud pada ayat (1) guru menggunakan buku panduan pendidik dan dapat menggunakan buku pengayaan, dan buku referensi dalam proses pembelajaran.
(3) Untuk menambah pengetahuan dan wawasan peserta didik, guru dapat menganjurkan peserta didik untuk membaca buku pengayaan dan buku referensi.
Pasal 3
(1) Buku teks pelajaran untuk setiap mata pelajaran yang digunakan pada satuan pendidikan dasar dan menengah dipilih dari buku-buku teks pelajaran yang telah ditetapkan oleh Menteri berdasarkan rekomendasi penilaian kelayakan dari Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP).
(2) Buku teks pelajaran untuk mata pelajaran muatan lokal yang digunakan pada satuan pendidikan dasar dan menengah dipilih dari buku-buku teks pelajaran yang ditetapkan oleh Gubernur atau Bupati/Walikota sesuai kewenangan masing-masing dengan berpedoman pada standar buku teks pelajaran yang ditetapkan oleh Menteri.
Pasal 4
Pada kulit buku teks pelajaran yang telah ditetapkan oleh Menteri berdasarkan rekomendasi penilaian kelayakan dari Badan Standar Nasional Pendidikan (BNSP), penerbit wajib mencantumkan label harga.
Pasal 5
(1) Buku teks pelajaran yang akan digunakan oleh satuan pendidikan dasar dan menengah dipilih melalui rapat guru dengan pertimbangan Komite Sekolah dari buku-buku teks pelajaran yang telah ditetapkan oleh Menteri sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (1).
(2) Buku teks pelajaran bermuatan lokal yang akan digunakan oleh satuan pendidikan dasar dan menengah dipilih melalui rapat guru dengan pertimbangan Komite Sekolah dari buku-buku teks pelajaran bermuatan lokal yang telah ditetapkan oleh gubernur atau bupati/walikota sesuai kewenangan masing-masing sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (2).
(3) Rapat guru sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) menetapkan buku-buku teks pelajaran yang akan digunakan oleh satuan pendidikan, tidak berasal dari satu penerbit.
Pasal 6
(1) Dalam hal Menteri belum menetapkan buku teks pelajaran tertentu, rapat guru dengan pertimbangan Komite Sekolah dapat memilih buku-buku yang ada, dengan mempertimbangkan mutu buku.
(2) Dalam hal Gubernur atau Bupati/Walikota sesuai kewenangan masing-masing belum menetapkan buku-buku teks pelajaran muatan lokal, rapat guru dengan pertimbangan komite sekolah dapat memilih buku yang ada dengan mempertimbangkan mutu buku.
Pasal 7
(1) Satuan pendidikan menetapkan masa pakai buku teks pelajaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 paling sedikit 5 tahun.
(2) Buku teks pelajaran tidak dipakai lagi oleh satuan pendidikan apabila:
a. ada perubahan standar nasional pendidikan;
b. buku teks pelajaran dinyatakan tidak layak lagi oleh Menteri.
Pasal 8
(1) Guru dapat menganjurkan kepada peserta didik yang mampu untuk memiliki buku teks pelajaran.
(2) Anjuran sebagaimana dimaksud pada ayat (1) bersifat tidak memaksa atau tidak mewajibkan.
(3) Untuk memiliki buku teks pelajaran, peserta didik atau orangtua/walinya membelinya di pasar.
(4) Untuk membantu peserta didik yang tidak mampu memiliki akses ke buku teks pelajaran, satuan pendidikan wajib menyediakan paling sedikit 10 (sepuluh) eksemplar buku teks pelajaran untuk setiap mata pelajaran pada setiap kelas, untuk dijadikan koleksi perpustakaannya.
Pasal 9
Guru, tenaga kependidikan, satuan pendidikan, atau komite sekolah tidak dibenarkan melakukan penjualan buku kepada peserta didik.
Pasal 10
(1) Pengadaan buku teks pelajaran, buku panduan guru, buku pengayaan dan buku referensi untuk perpustakaan yang dilakukan oleh satuan pendidikan wajib mendapat pertimbangan Komite Sekolah.
(2) Untuk daerah yang pasar bukunya belum berkembang atau tidak berfungsi, pengadaan buku perpustakaan dapat dilakukan oleh Pemerintah atau Pemerintah Daerah.
(3) Pemerintah, Pemerintah Daerah, dan/atau masyarakat dapat membantu pengadaan buku teks pelajaran kepada satuan pendidikan dalam bentuk hibah uang/subsidi.
Pasal 11
(1) Pengawasan terhadap pengadaan buku teks pelajaran dilakukan oleh pengawas fungsional, komite sekolah, dan/atau masyarakat.
(2) Pengawas fungsional, komite sekolah, dan/atau masyarakat melaporkan kepada pejabat yang berwenang apabila menemukan penyimpangan dalam pengawasan sebagaimana dimaksud pada ayat (1).
Pasal 12
(1) Guru, tenaga kependidikan, satuan pendidikan, atau komite sekolah yang terbukti memaksa dan/atau melakukan penjualan buku kepada peserta didik dikenakan sanksi sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
(2) Penerbit yang melanggar ketentuan yang diatur dalam Peraturan Menteri ini, dikenakan sanksi administratif oleh Menteri berupa pencabutan rekomendasi hasil penilaian.
Pasal 13
Penulis yang bukunya diterbitkan oleh penerbit yang dikenai sanksi administratif sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12 ayat (2) dapat mengalihkan hak ciptanya kepada penerbit lain.
Pasal 14
Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.

Ditetapkan di Jakarta
pada tanggal 21 Juli 2005
MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL,
TTD.
BAMBANG SUDIBYO

BANTUAN OPERASIONAL SEKOLAH
Organisasi, Tugas dan Tanggung Jawab Pelaksana BOS
1. TINGKAT PROPINSI
a. Tim Pengarah; Gubernur dan Kepala Bappeda Propinsi
b. Tim Manajemen BOS Propinsi, penanggungjawab Kepala Dinas Pendidikan Propinsi.
c. Tim Pelaksana Tingkat Propinsi; Ketua Tim/Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Sekretaris, Tim Teknis terdiri dari; seksi dana/pemegang uang muka, seksi pendataan, seksi BOS dan BOS BUKU SD, seksi BOS dan BOS BUKU SMP, seksi Monev dan Penyelesaian Masalah, seksi Publikasi/Humas.
d. Tugas dan tanggungjawab Tim Propinsi;
 Menetapkan alokasi bantuan tiap kabupaten/kota.
 Mempersiapkan secretariat dan perlengkapannya di propinsi.
 Mempersipakan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) sesuai dengan dana dan kegiatan yang telah ditetapkan.
 Merencanakan dan melakukan sosialisasi program di tingkat propinsi.
 Mempersiapkan dan melatih Tim Manajemen BOS Kabupaten/Kota.
 Melakukan pendataan penerima bantuan.
 Menyalurkan dana sosialisasi, operasional dan monev ke Tim Manajemen BOS Kabupaten/Kota.
 Menyalurkan dana ke sekolah sasaran.
 Berkoordinasi dengan lembaga penyalur dan Tim Manajemen BOS Kab/Kota dalam penyaluran dana.
 Mengumumkan nama sekolah dan besar dana bantuan yang diterima.
 Merencanakan dan melaksanakan monitoring dan evaluasi.
 Memberikan pelayanan dan penanganan pengaduan masyarakat.
 Bertanggungjawab terhadap kasus penyimpangan penggunaan dana di tingkat propinsi.
 Melaporkan setiap kegiatan yang dilakukan kepada Tim Manajemen BOS Pusat ke instansi terkait.
 Mengupayakan penambahan dana untuk sekolah/madrasah/ponpes dari sumber APBD sesuai yang tercantum dalam UU 20/2003 tentang Sisdiknas.
 Jika ada, segera melakukan realokasi dana BOS dari sekolah yang berlebihan dan kekurangan dana disebabkan oleh kesalahan pendataan.
 Mengembalikan sisa dana sebelum tahun anggaran berakhir ke kas negara, selama seluruh hak sekolah penerima dana BOS telah terpenuhi.
 Menampung pengembalian dana dari sekolah akibat kesalahan data jumlah siswa.

2. TINGKAT KABUPATEN/ KOTA
a. Tim Pengarah; Bupati/Walikota, Kepala Bappeda Kabupaten/Kota.
b. Tim Manajemen BOS Kabupaten/Kota (Tim Dinas Pendidikan Kab/Kota); Penanggungjawab adalah Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota.
c. Tim Pelaksana Tingkat Kabupaten/Kota, terdiri dari; Manajer, Seksi Pendataan, Seksi BOS dan BOS BUKU SD, Seksi BOS dan BOS BUKU SMP, Seksi Monev dan Penyelesaian Masalah dan Seksi Publikasi/Humas.
d. Tugas dan Tanggungjawab Tim Kabupaten/Kota;
 Menetapkan alokasi dana untuk setiap sekolah.
 Melakukan sosialisasi dan pelatihan kepada sekolah penerima.
 Melakukan pendataan sekolah.
 Melakukan koordinasi dengan Tim Manajemen BOS Propinsi dan Lembaga Penyalur Dana, serta dengan sekolah dalam rangka penyaluran dana.
 Merencanakan dan melaksanakan monitoring dan evaluasi.
 Melaporkan pelaksanaan program kepada Tim Manajemen BOS Propinsi.
 Mengumpulkan data dan laporan dari sekolah dan lembaga penyalur.
 Memberikan pelyanan dan penanganan pengaduan masyarakat.
 Bertanggungjawab terhadap kasus penyalahgunaan dana di tingkat Kabupaten/Kota.
 Melaporkan setiap kegiatan yang dilakukan kepada Tim Manajemen BOS Propinsi dan instansi terkait.
 Struktur Kab/Kota adalah struktur minimum. Bila Tim Manajemen BOS Propinsi dan Kab/Kota perlu penambahan unsure, misalnya melibatkan aparat tingkat kecamatan dan Pengawas Sekolah, hal tersebut diperkenankan dimana konsekuensi penambahan dana dibebankan kepada Pemda setempat.
 Tim Propinsi Dinas Pendidikan di SK-kan oleh Gubernur, sedangkan Tim Kab/ Kota oleh Bupati/Walikota.

3. TINGKAT SEKOLAH
a. Penanggungjawab adalah Kepala Sekolah.
b. Tugas dan Tanggungjawab Sekolah;
 Melakukan verifikasi jumlah dana yang diterima dengan data siswa yang ada. Bila kelebihan alokasi harus segera dikembalikan ke rekening Tim Manajemen BOS Propinsi dengan memberitahukan ke Tim Manajemen BOS Kab/Kota.
 Bersama-sama dengan Komite Sekolah, mengidentifikasi siswa miskin yang akan dibebaskan dari segala jenis iuran.
 Mengelola dana BOS secara bertanggungjawab dan transparan.
 Mengumumkan komponen yang boleh dan yang tidak boleh didanai oleh BOS serta penggunaan dana BOS di sekolah menurut komponen dan besar dananya di papan pengumuman sekolah.
 Bertanggungjawab terhadap penyimpangan penggunaan dana sekolah.
 Memberikan pelayanan dan penanganan pengaduan masyarakat.
 Melaporkan penggunaan dana BOS kepada Tim Manajemen BOS Kab/Kota
TANYA JAWAB SEPUTAR BOS
1) Apa itu BOS ?
BOS (Bantuan Operasioanl Sekolah) adalah program pemerintah yang berasal dari dana subsidi BBM, bertujuan untuk membebaskan biaya pendidikan bagi siswa tidak mampu dan meringankan bagi siswa lain. Dengan BOS diharapkan anak memperoleh layanan pendidikan dasar lebih bermutu sampai tamat dalam rangka penuntasan wajib belajar 9 tahun (SD-SMP) baik yang dikelola oleh Departemen Pendidikan Nasional maupun Departemen Agama.
 SD Negeri & Swasta
 Madrasah Ibtidaiyah (MI) Negeri & Swasta
 SMP Negeri & Swasta
 Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri & Swasta
 SMP Terbuka Reguler
 TKB Mandiri
 Madrasah Diniyah Formal yang menyelenggarakan Program Wajar Dikdas 9 Tahun
 SDLB
 SMPLB
 Sekolah keagamaan Non Islam
2) Siapa yang berhak menerima ?
Yang berhak memperoleh dana BOS adalah Semua sekolah setingkat SD baik negeri maupun swasta diseluruh . Semua sekolah setingkat SMP baik negeri maupun swasta diseluruh.
a. Apabila di sekolah tersebut terdapat siswa miskin, maka sekolah diwajibkan membebaskan segala jenis pungutan/sumbangan/iuran seluruh siswa miskin yang ada di sekolah tersebut. Sisa dana BOS (bila masih ada) digunakan untuk mensubsidi siswa lain.
b. Bagi sekolah yang tidak mempunyai siswa miskin, maka dana BOS digunakan untuk mensubsidi seluruh siswa, sehingga dapat mengurangi pungutan/sumbangan/iuran yang dibebankan kepada orang tua siswa, minimum senilai dana BOS yang diterima sekolah.
3) Berapa besarnya ?
Besar dana BOS yang diterima oleh sekolah dihitung berdasarkan jumlah siswa dengan ketentuan:
Setara SD : Rp. 254.000/siswa/tahun
Setara SMP : Rp. 354.000/siswa/tahun
Penyaluran dana BOS
Di beberapa propinsi akan disalurkan perbulan, sedangkan beberap propinsi lainnya disalurkan dua atau tiga bulanan. Keputusan penyaluran dana per propinsi akan ditetapkan oleh Tim Pusat dengan mempertimbangkan tingkat kesulitan wilayah dan beberapa pertimbangan lainnya. Penyaluran dana dilaksanakan oleh Tim PKPS-BBM Tingkat Propinsi melalui PT. Pos/Bank Pemerintah.
4) Untuk apa penggunaan Dana Bos ?
a. Pembiayaan seluruh kegiatan dalam rangka Penerimaan Siswa Baru; biaya pendaftaran, penggadaan formulir, administrasi pendaftaran, dan pendaftaran ulang, serta kegiatan lain yang berkaitan langsung dengan kegiatan tersebut.
b. Pembelian buku teks pelajaran dan buku referensi untuk dikoleksi diperpustakaan.
c. Pembelian bahan-bahan habis dipakai; buku tulis, kapur tulis, pensil, bahan praktikum, buku induk siswa, buku inventaris, langganan koran, gula kopi dan teh untuk kebutuhan sehari-hari di sekolah.
d. Pembiayaan kegiatan kesiswaan; program remedial, program pengayaan, olahraga, kesenian, karya ilmiah remaja, pramuka, palang merah remaja dan sejenisnya.
e. Pembiayaan ulangan harian, ulangan umum, ujian sekolah dan laporan hasil belajar siswa.
f. Pengembangan profesi guru; pelatihan, KKG/MGMP dan KKKS/MKKS.
g. Pembiayaan perawatan sekolah; pengecatan, perbaikan atap bocor, perbaikan pintu dan jendela, perbaikan mebeler dan perawatan lainnya.
h. Pembiayaan langganan daya dan jasa; listrik, air, telepon, termasuk untuk pemasangan baru jika sudah ada jaringan disekitar sekolah.
i. Pembayaran honorarium bulanan guru honorer dan tenaga kependidikan honorer sekolah. Tambahan insentif untuk kesejahteraan guru dan tenaga kependidikan sekolah ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah daerah.
j. Pemberian bantuan biaya transportasi bagi siswa miskin yang menghadapi masalah biaya transort dari dan ke sekolah.
k. Khusus untuk pesantren salafiyah dan sekolah keagamaan non Islam, dana BOS dapat digunakan untuk biaya asrama/pemondokan dan membeli peralatan ibadah.
l. Pembiayaan pengelolaan BOS ATK, penggandaan, surat menyurat dan penyusunan laboran.
m. Prioritas pertama penggunaan dana BOS adalah untuk komponen 1 s/d 11. Bila seluruh komponen diatas telah terpenuhi pendanaannya dari BOS dan masih terdapat sisa dana, maka sisa dana BOS tersebut dapat digunakan untuk membeli alat peraga, media pembelajaran dan mebeler sekolah.

5) Dana BOS tidak boleh digunakan untuk:
a. Disimpan dalam jangka waktu lama dengan maksud dibungakan.
b. Dipinjamkan kepihak lain.
c. Membayar bonus, transportasi, atau pakaian yang tidak berkaitan dengan kepentingan murid.
d. Membangun gedung/ruangan baru.
e. Membeli bahan/peralatan yang tidak mendukung proses pembelajaran.
f. Menanamkan saham.
g. Membiayai segala jenis kegiatan yang telah dibiayai secara penuh/mencukupi dari sumber dana pemerintah pusat atau daerah, misalnya guru kontrak/ guru bantu dan kelebihan jam mengajar.

6) Bagaimana memonitor dan mengawasi dana BOS ?
 Monitoring dan pengawasan dana BOS dilakukan oleh: Tim Monitoring Independen: Perguruan Tinggi, DPR, BIN atau Tim Independen Khusus yang ditunjuk oleh Pemerintah.
 Unsur masyarakat dari unsur Dewan Pendidikan, LSM, BMPS, maupun organisasi kemasyarakatan/kependidikan lainnya.
 Unit-unit pengaduan masyarakat yang terdapat di sekolah/madrasah, Kabupaten/Kota, Propinsi dan Pusat.

7) Apa sanksi bagi oknum yang menyelewengkan Dana BOS ?
Pedoman dan petunjuk penggunaan dana BOS telah disebarluaskan kepada seluruh lapisan masyarakat melalui media cetak, radio, dan elektronik, juga diklat untuk tenaga pendidik terkait. Oleh karena itu penyalahgunaan Dana BOS akan diberi sanksi tegas berupa:
a. Penerapan sanksi kepegawaian sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku (pemberhentian, penurunan pangkat, mutasi kerja).
b. Penerapan tuntutan perbendaharaan dan ganti rugi.
c. Penerapan proses hukum.
d. Pemblokiran dana untuk penyaluran periode berikutnya dan penghentian sementara seluruh bantuan pada tahun berikutnya kepada Kab/Kota dan Propinsi, bilamana terbukti pelanggaran tersebut dilakukan secara sengaja dan tersistem untuk memperoleh keuntungan pribadi, kelompok, atau golongan.

Sumber : Depdiknas
Reorientasi dan Pengawasan Dana BOS
Dana bantuan operasional sekolah atau yang akrab disebut BOS menjadi bahasan menarik akhir-akhir ini. Dana BOS yang diambil dari dana kompensasi kenaikan harga bahan bakar minyak menjadi permasalahan yang tidak kunjung usai.

Penerima (baca: pengelola) dana BOS, yaitu sekolah, sering kali kewalahan dalam mengelola dana ini. Orangtua murid pun menjadi bingung dengan dana ini. Mereka sering mengeluhkan, mengapa setelah adanya dana BOS pembiayaan sekolah menjadi mahal.

Persoalan lain yang mengitari BOS adalah rawannya penyelewengan. Di beberapa daerah diindikasikan banyak dana BOS yang menjadi lahan korupsi baru, perilaku yang akhir-akhir ini menjadi penyakit yang membahayakan bangsa dan negara.

Sebagaimana tercantum dalam buku petunjuk BOS, hanya delapan jenis yang boleh dibiayai dengan dana BOS, yaitu uang formulir pendaftaran, buku pelajaran pokok dan penunjang perpustakaan, peningkatan mutu guru, pemeliharaan, honor guru dari tenaga kependidikan honorer, kegiatan kesiswaan, ujian sekolah, dan transpor bagi murid yang mengalami kesulitan biaya transpor ke sekolah.

Reorientasi dana BOS menjadi bagian tak terpisahkan dari program ini. Artinya, ke mana dan untuk apa dana BOS digunakan harus sesuai dengan asas manfaat dan kepentingan yang mendesak. Ketika kepentingan yang mendesak di sekolah adalah membantu meringankan beban orangtua murid, dana BOS harus lebih diorientasikan pada pengurangan beban biaya yang dibayarkan setiap bulan melalui sumbangan penyelenggaraan pendidikan (SPP).

Hal ini juga berlaku apabila sekolah kekurangan dalam penyediaan fasilitas, misalnya ketika sekolah kekurangan dalam penyediaan buku-buku perpustakaan. Buku adalah sumber ilmu. Ketika perpustakaan sekolah masih kosong dan belum banyak buku ajar, pihak sekolah wajib mengalokasikan dana BOS untuk menyediakan buku-buku sebagai bahan referensi peserta didik atau guru.

Reorientasi penggunaan dana BOS dapat dilakukan dengan jalan mengundang wali murid, dewan sekolah atau komite sekolah, guru, dan pihak-pihak berwenang. Mereka diajak untuk membahas dan menyatukan persepsi mengenai dana BOS. Hal ini dilakukan untuk mengurangi prasangka atau ketidakjelasan yang diakibatkan tidak transparannya penggunaan dana BOS.

Setelah dilakukan penyatuan persepsi mengenai apa dan untuk apa dana BOS, langkah selanjutnya yang dilakukan pihak sekolah dan masyarakat pada umumnya adalah mengawasi jalannya penggunaan dana itu.

Pengawasan dana BOS menjadi agenda yang tak kalah penting. Artinya, pengasawan ini dilakukan dalam bingkai keterbukaan atau akuntabilitas publik. Selain itu, pengawasan dana BOS juga dilakukan guna menekan sedemikian rupa praktik korupsi yang telah mendarah daging di negeri ini.

Pengawasan dana BOS dapat dilakukan oleh beberapa pihak. Pertama, komite atau dewan sekolah. Komite sekolah yang terdiri dari wakil pemerintah daerah, guru, tokoh masyarakat, dan wakil alumni mempunyai tanggung jawab dalam menjalankan fungsi kontrol. Komite sekolah dapat mengawasi jalannya penggunaan dana BOS dari dalam. Artinya, mereka dapat memantau segala kegiatan dan penggunaan dana BOS sebagai representasi sekolah itu sendiri.

Kedua, peran serta organisasi sosial keagamaan. Organisasi sosial keagamaan seperti Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU) mempunyai tanggung jawab mengawasi penggunaan dana BOS. Muhammadiyah dan NU dapat melakukan pengawasan dengan menjalankan fungsi majelis pendidikan yang ada.

Sebagaimana kita ketahui, kedua organisasi ini mempunyai sistem atau amal usaha pendidikan dari tingkat taman kanak-kanak hingga perguruan tinggi. Dengan demikian, tentunya mereka mempunyai badan yang secara khusus mengurus pendidikan.

Badan ini mempunyai tugas mengawasi penggunaan dana BOS dari dalam diri mereka sendiri. Hal ini dikarenakan dana BOS tidak hanya diturunkan oleh pemerintah untuk sekolah negeri, tetapi juga sekolah swasta yang dikelola yayasan pendidikan atau organisasi sosial keagamaan. Fungsi kontrol dari dalam tentunya memiliki kekuatan tersendiri bagi terciptanya masyarakat yang bersih.

Ketiga, peran lembaga swadaya masyarakat (LSM). LSM melalui lembaganya sendiri atau forum LSM mempunyai tugas untuk mencerdaskan masyarakat. LSM dapat berperan sebagai mitra kerja pemerintah dalam menginformasikan apa dan bagaimana seharusnya dana BOS digunakan.

Pada akhirnya, dana BOS sebagai program peningkatan kualitas pendidikan Indonesia sudah saatnya menjadi contoh yang baik untuk bangsa. Artinya, penggunaan dana BOS harus dapat mencerminkan setiap kebutuhan dan kepentingan yang mendesak untuk kemajuan pendidikan Indonesia. Hal yang lebih utama adalah penggunaan dana BOS harus dapat dipertanggungjawabkan secara moral kepada masyarakat dan Tuhan Yang Maha Esa. BENNI SETIAWAN Pemerhati Pendidikan.
Selewengkan Dana BOS, Kacabdin Diadukan ke SBY
Friday, 09 February 2007
Surabaya – Surya
Ketika semua sekolah sudah bersiap-siap menunggu pencairan dana bantuan operasional sekolah (BOS), dugaan penyelewengan bantuan dari pemerintah pusat itu terjadi lagi di lingkungan dinas Pendidikan Kota Surabaya. Kali ini terjadi di lingkungan Cabang Dinas Pendidikan Kecamatan Wonocolo dan diduga langsung dilakukan Kacabdinnya, Dra Titik Juliati MPd.
Adanya penyelewengan dana BOS tersebut terkuak setelah Choirur Roziqin SAg MPd, guru SDN Bendul Merisi 408 Wonocolo mengirimkan surat pengaduan penyelewengan dana BOS kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Minggu (4/2).
Dalam surat itu Roziqin menyebut, ketika sekolah mulai menerima dana BOS dari pemerintah sejak tahun ajaran 2005/2006, Titik minta `upeti` kepada Ketua Koordinator Kepala Sekolah (KKKS), Drs Surisman sebesar Rp 2 juta per bulan.
“Upeti Rp 2 juta tersebut berasal dari jatah BOS untuk semua siswa SD di Kecamatan Wonocolo yang jumlahnya 8.000 lebih. Masing-masing jatah BOS siswa dipotong Rp 450 per bulan,” ujar Roziqin kepada Surya, Jumat (9/2) ketika ditemui di sekolah tempatnya mengajar.
Titah pemotongan itu, kata Roziqin, disampaikan langsung oleh Titik ketika menghadiri rapat kerja dengan semua kepala sekolah SD se-Kecamatan Wonocolo pada tahun ajaran 2005/2006. “Bahkan ketika minta jatah BOS, Kacabdin waktu itu malah marah-marah pada kepala sekolah yang hadir,” tukas guru pendidikan agama Islam yang sudah tujuh tahun mengajar ini.
Ini merupakan kasus kedua dugaan penyelewengan dana BOS, setelah kasus yang sama Juli 2006 melibatkan Kacabdin Kecamatan Dukuh Kupang. Selain dilaporkan menyunat dana BOS, dugaan korupsi lain pada tahun 2003 dan 2004 yang dilakukan Titik juga dilaporkan Roziqin.
Dugaan korupsi yang dilakukan 2003, seperti partisipasi pemberian buku paket Balai Pustaka tiap sekolah Rp 10.000-Rp 20.000, partisipasi uang makan/minum tiap sekolah Rp 10.000-Rp 20.000, partisipasi Sumbangan Bantuan Penyelenggaraan Pendidikan SD tiap sekolah Rp 10.000-Rp 20.000, partisipasi anak usia sekolah/keluarga miskin, Bantuan Khusus Murid, jaring pengaman sekolah, tabungan tiap sekolah Rp 10.000-Rp 50.000, partisipasi pendaftaran siswa baru (PSB), masing-masing siswa Rp 2.500, minta dana ulangan tengah dan akhir semester setahun enam kali, sekali setoran Rp 3,250 juta, minta DPP koordinator kepala sekolah tiap bulan Rp 1,6 juta.
“Dari berbagai upeti yang diminta tersebut, dalam setahunnya Cabang dinas mengeruk uang lebih dari Rp 50 juta. Semua buktinya saya punya,” tandas Roziqin. Kejengkelan para guru dan kepala sekolah kepada Kacabdin, kata Roziqin, semakin menjadi-jadi ketika tahun 2004, Titik tetap minta upeti kepada sekolah. Bahkan penyelewengan yang dilakukan lebih besar lagi. Karena pada tahun 2004, uang makan/minum tiap guru dipotong Rp 5.000, padahal guru di Wonocolo berjumlah sekitar 500 orang. Selain itu, uang kelebihan jam mengajar tiap guru juga dipotong Rp 5.000.
Tak ingin tindakan ‘sewenang-wenang’ Kacabdin Wonocolo terus berlanjut, tahun 2006 lalu, Roziqin sebenarnya sudah melaporkan kasus tersebut ke sejumlah pihak, mulai Badan Pengawas (bawas) Pemkot, Komisi D DPRD Surabaya, Wali Kota Surabaya, Kepala Dinas P & K Jatim, dan Mendiknas sebelum akhirnya membuat surat pengaduan ke Presiden minggu lalu. “Korupsi dana BOS saya adukan ke Presiden karena pemkot dan DPRD tak mau menanggapinya,” tandasnya.

Dikonfirmasi dugaan korupsi yang dialamatkan kepadanya, Titik membantah. “Tudingan itu tidak benar. Saya tidak pernah melakukan korupsi seperti yang ditudingkan Pak Roziqin,” ujar Titik.
Meski demikian, perempuan yang sudah hampir empat tahun menjadi Kacabdin di Wonocolo ini membenarkan Roziqin memang telah melaporkan dugaan korupsi tersebut ke bawas dan atasannya. “Tapi semuanya sudah dikorfirmasikan oleh Bawas. Bawas sendiri juga sudah memanggil Pak Roziqin serta KKKS. Dan sampai sekarang tidak ada masalah,” tukas Titik.
Jakarta, Kompas – Departemen Pendidikan Nasional menaikkan anggaran bantuan operasional sekolah atau BOS untuk jenjang SD dan SMP pada 2009 sekitar 50 persen dari tahun lalu. Dengan naiknya BOS, pemerintah meminta tidak boleh ada lagi pungutan kepada siswa, terutama di sekolah negeri.
”Dana BOS dan gaji guru sudah dinaikkan pemerintah pusat. Maka, wajib belajar di SD dan SMP negeri gratis. Tidak boleh ada pungutan paksa kepada siswa,” kata Menteri Pendidikan Nasional Bambang Sudibyo dalam rapat teknis bidang pendidikan Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) yang dihadiri para bupati dan kepala dinas pendidikan se-Indonesia di Jakarta, Rabu (5/11).
Dana BOS untuk setiap siswa pada 2009 nanti disatukan dengan BOS Buku dan besarnya berbeda antara di kota dan kabupaten. BOS untuk siswa SD per tahun di kabupaten besarnya Rp 397.000, sedangkan di kota Rp 400.000. Besarnya alokasi BOS sebelumnya Rp 254.000 dan BOS Buku Rp 22.000.
Adapun siswa SMP di kota mendapat dana BOS sebesar Rp 575.000 per siswa per tahun, sedangkan di kabupaten Rp 570.000 per tahun. Dana BOS di SMP sebelumnya Rp 354.000.
Dana Daerah
Pemerintah provinsi dan kota/kabupaten, kata Bambang, wajib menyediakan dana untuk memenuhi kekurangan BOS. Masyarakat tetap diperbolehkan memberikan sumbangan ke sekolah untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan, tetapi tidak boleh dipaksa.
Menurut Bambang, bupati dan wali kota bertanggung jawab untuk menggunakan kenaikan anggaran pendidikan 20 persen dari APBN yang dialokasikan ke daerah untuk membiayai pendidikan dasar serta kesejahteraan guru. ”Nanti ada risiko politik, bisa saja ada impeachment dari lawan politik jika dana pendidikan tidak sesuai aturan,” ujar Bambang.
Adapun untuk program bantuan operasional manajemen mutu (BOMM) tingkat SMA yang dulu dihitung per sekolah, sekarang dihitung per siswa seperti BOS. Untuk SMA besarnya Rp 90.000 per siswa tiap tahun. Siswa SMK mendapat Rp 120.000.
MP Tumanggor, Ketua Umum Apkasi, mengatakan, komitmen pemerintah kabupaten untuk mengalokasikan dana pendidikan 20 persen dari APBD terkendala terbatasnya anggaran. Jika komponen gaji guru dimasukkan dalam anggaran pendidikan, pada 2009 semakin banyak kabupaten yang mampu memenuhi amanat konstitusi untuk mengalokasikan 20 persen anggaran pendidikan dari APBD. (ELN)
sumber : Kompas, 6 November 2008
Kompas, Rabu 13 Desember 2006
MINGGU, 20 April besok, Melvin Scafi merayakan ulang tahunnya yang ke-4. Seharusnya, Melvin dan keluarga bergembira pada hari itu. Namun, bocah kecil ini harus menunda kegembiraan di hari ulangtahunnya. Pasalnya, mamanya, Neyfiyana (36), tidak bisa berkumpul merayakan hari bahagia ini. Sudah empat bulan, sejak pertengahan Desember tahun lalu, Neyfi -sapaan akrab Neyfiyana- ditahan di Rumah Tahanan Pondok Bambu, Jakarta Timur. Ia tersandung dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).
“Saya rindu anak-anak saya. Buat seorang ibu, tidak bertemu dengan anaknya selama empat bulan adalah siksaan. Seharusnya kami sekeluarga bahagia hari Minggu besok merayakan ulangtahun Melvin. Tapi, Tuhan belum mengizinkan kami sekeluarga bergembira tahun ini,” tutur Neyfi pelan saat ditemui di Rumah Tahanan Pondok Bambu, Rabu (16/4).
Ia sama sekali tidak menyangka, ketidaktahuannya akan ketentuan penggunaan dana BOS bakal menyeretnya ke penjara. Ia begitu terpukul atas tuduhan korupsi yang ditujukan padanya. “Tak sepeser pun duit itu saya gunakan untuk kepentingan pribadi. Saya hanya melaksanakan apa yang sudah disahkan oleh pejabat berwenang. Bahwa ternyata itu salah, saya sama sekali tidak tahu. Tahu-tahu masuk penjara,” tuturnya dengan senyum getir.
Empat bulan sudah Neyfi di Pondok Bambu. Matanya masih terlihat sembab. Melvin dan adiknya, Michael Scafi (3 th), tahunya mama mereka sedang tugas belajar ke Singapura. Siang itu, Agustinus (37), suami Neyfi menemani perbincangan dengan Kompas.com. “Mereka sudah berpindah-pindah tempat pengungsian. Melvin sering protes kenapa mama belajar lama sekali. Kami sengaja tidak memberitahu yang sebenarnya untuk menjaga kondisi piskologis mereka,” ujar Agustinus.
Neyfiyana adalah kepala sekolah SD Maria Franciska, Bekasi, Jawa Barat. Bolehlah dibilang nasibnya sedang sial. Enam belas tahun sarjana pendidikan lulusan Universitas Atmajaya, Jakarta, ini meniti karir sebagai guru. Tahun 2005 ia mendapat tawaran menjadi kepala sekolah di SD Maria Franciska. Ia pun memutuskan pindah dari sekolah sebelumnya dan menerima tawaran itu. Tahun itu pula pemerintah menggulirkan program dana BOS sebagai kompensasi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).
Seumur-umur, Neyfi belum pernah berurusan dengan prosedur administrasi negara. Maklum, selama ini ia mengajar di sejumlah sekolah lumayan elite yang kondisi keuangan sekolahnya cukup mandiri. Buat orang awam seperti Neyfi, prosedur tertib administrasi negara yang dimaksudkan sebagai filter penyimpangan keuangan amatlah rumit. Tentu bukan hanya Neyfi yang merasa dipusingkan oleh keruwetan administrasi ini. Sialnya, ia sendirian mengalami apesnya nasib tersangkut dana BOS.
“Waktu itu, sebagai orang baru, saya tidak tahu kalau sekolah saya menerima dana BOS. Yayasan juga sebetulnya menolak karena strata sosial siswa-siswa sekolah kami adalah menengah ke atas. Kami pun mengajukan penolakan penerimaan dana. Tapi, menurut diknas (pejabat Departemen Pendidikan Nasional) setempat (tingkat kecamatan) dana ini sudah telanjur turun, tidak bisa ditolak,” terangnya.
Karena dana tidak bisa ditolak, mulailah Neyfi berkutat dengan tata tertib administrasi kenegaraan untuk melengkapi prasyarat atas dana yang telanjur turun. Berdasarkan ketentuan, sekolah penerima dana BOS harus membuat Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah (RAPBS). Rencana anggaran ini adalah panduaan penggunaan dana BOS di sekolah.
“Karena saya tidak tahu aturan soal dana BOS ini, ya saya mencari tahu bagaimana sekolah-sekolah lain menggunakannya. Saya lihat-lihat dan tanya ke guru-guru sekolah lain. Saya juga beberapa kali konsultasi dengan diknas setempat. RAPBS pun jadi. Disahkan, ditandatangani oleh camat, diknas dan komite sekolah. Ya sudah, itu yang saya jadikan acuan,” jelasnya.

September 2005 dana BOS untuk sekolah Neyfi cair. Sementara, panduan penggunaan dana ini baru sampai ke tangannya setelah RAPBS disahkan. Ia tidak lagi memperhatikan panduan itu karena sudah merasa yakin dengan konsultasi dengan pihak diknas.
Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. Januari 2007, setelah satu tahun berlalu, datang surat panggilan dari Kejaksaan Negeri Bekasi. Isi surat itu bak petir di siang hari yang terik. “Saya kaget! Saya dipanggil untuk diperiksa sebagai tersangka dalam perkara tindak pidana korupsi dana BOS tahun anggaran 2005 yang dialokasikan kepada SD Maria Franciska,” cerita Neyfi.
Usut punya usut, penyelewengan yang dimaksud dalam RAPBS yang disusun Neyfi antara lain menyangkut pembelian pakaian kerja guru dan pakaian koor guru dan siswa. Nefyi disangka merugikan keuangan negara sebesar Rp 20 juta. Di penghujung tahun, 17 Desember 2007, Neyfi ditahan pihak kejaksaan. Ayahnya yang syok menghadapi kenyataan putrinya masuk penjara meninggal seminggu kemudian. “Kok, dari awal tidak diberitahu bahwa itu salah. Kalau salah kenapa RAPBS kami disetujui, tidak dikoreksi. Kalau tahu begini, mending tidak terima dana BOS, karena kami memang tidak butuh,” ucapnya.
Kemalangan Neyfi belum berakhir. Setelah terjerambab dalam kebingungan tertib administrasi negara, Neyfi terjerumus dalam rimba gelap peradilan negeri ini. Empat bulan dalam tahanan ia telah menggelontorkan uang tak kurang dari Rp 100 juta untuk mengurus perkaranya. Agustinus, suami Neyfi menuturkan, harta satu-satunya milik mereka berupa rumah di kawasan Cikarang terpaksa digadaikan ke Bank. “Kami ini orang buta hukum. Waktu Neyfi masuk penjara banyak orang bilang begini begitu, karena tidak tahu kami ikuti saja. Katanya ada yang mau bantu, tapi ternyata tidak ada hasilnya,” tutur Agustinus.
Persidangan kasus Neyfi masih berlangsung di Pengadilan Negeri Bekasi. Jaksa penuntut umum menuntut hukuman penjara 1 tahun 6 bulan. Sementara menunggu putusan majelis hakim, Neyfi menghabiskan hari-harinya dengan doa untuk kedua anaknya dari balik terali. Apapun putusannya, yang pasti Minggu besok Melvin akan merayakan ulang tahunnya sendiri, tanpa Neyfi disampingnya.








Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.